Love by Choice
jawab Gia panjang lebar kali tinggi.
Hugo tertawa tanpa suara. Dia selalu tertawa saat Gia mulai kehilangan kontrol mulutnya. Semua yang keluar dari bibir tipisnya selalu jujur dari hati.
"Ih, seneng banget, ya, kalau Gia tersiksa?" sungut Gia. Bibirnya manyun ke depan. Kedua tangannya dilipat di depan dada.
"Lo itu, ya, gue cuma nanya satu pertanyaan aja jawabannya bisa satu novel, panjang bener. Kalah udah itu tebalnya buku Harry Potter," kata Hugo setelah berhenti tertawa.
Hot Chapters