Legenda Naga Langit
gumam Praduta, berkelang beberapa menit saja Praduta memuntahkan darah segar berwarna hitam.
Praduta kembali memasang kuda-kuda tarungnya, sambil terus berusaha menekan rasa sakit di bagian dadanya itu.
"Apa itu cukup untuk membuktikan jika aku memiliki kemampuan untuk membunuhmu?" Tanya Pancaka dengan nada mengejek.
Praduta tersenyum, dia jelas tidak ingin menampakkan wajah sakitnya di wajahnya.
"Jangan terlalu sombong, aku hanya sedikit lengah saja ... " Praduta menarik tenaga dalamnya, sebelum mengalirkan ke seluruh tubuhnya.