Wanita yang Menolak Lamaranku
"Bunga disiram takkan layu, selalu berbunga tiada jemu, jangan takut kehilangan diriku, aku takkan pergi darimu."
"Cakep, aku juga bisa berpantun," kata Elang. "Pohon durian pohon duku, memandang wajahmu setiap waktu tak pernah membuatku jemu."
"Walau banyak bunga di taman, bunga mawar masih Dikenang, walau banyak ku punya teman, dalam hatiku hanya Mas Elang seorang."
Menyebalkan sekali, mereka malah saling berbalas pantun gombal yang membuat telingaku gatal. Gatal karena cemburu yang mulai menjilati dadaku.
Sikat na Kabanata