Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hati yang Kau Sakiti

Hati yang Kau Sakiti

Kemeja hitam yang membalut tubuhnya terasa menyesakkan, seolah mencerminkan perasaan hatinya yang tertutup oleh duka. Ia berlutut perlahan, meletakkan bunga-bunga itu dengan hati-hati di atas nisan yang masih terlihat baru. Di situ, tertulis nama Eva dengan ukiran yang halus, disertai dengan tanggal kelahiran dan kematiannya. Setahun telah berlalu, namun rasa sakit itu masih terasa begitu nyata, seakan waktu tak pernah bergerak sejak hari itu.
1051.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as pantun duka cita
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as pantun duka cita
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Jawab Mpu Pugat Liwung "Kita wangsa Sanjaya bukanlah orang kerdil yang mau meraih bulan. Namun kita menggunakan duka dan luka kita sebagai penyemangat untuk meraih kemuliaan bagi Sanjaya." Sambung Mpu Ranuhmaya.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

' ucap Ridwan terdengar rintih. "Nak, dengarkan ibumu! Jangan putus asa dalam hidupmu, Nak. Jangan membenci siapapun terutama membenci dirimu sendiri! Gagal masalah cinta itu memang sangat menyakitkan, tapi bukan berarti kamu harus menyakiti dirimu seumur hidupmu, nak. Bukan berarti hidupmu harus hancur selamanya, kamu bisa bahagia, nak. Ibu mengerti jika kamu sudah berjuang sejauh ini, tapi bukan salah Galuh menolakmu, membuatmu lelah karena telah mengejarnya sendirian. Kamu sejak awal memang tidak pernah mengungkapkan perasaanmu padanya dan juga kamu tidak pernah mengatakan rencana hidupmu padanya. Dia hanya hidup sebagaimana semestinya, nak. Tapi, kamu juga jangan menyalahkan dirimu sendi
2.0K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Cintanya, perhatiannya, dan kepeduliannya kepadaku, semuanya memiliki tujuan, yaitu untuk Sanny. Hatiku sangat sakit. Ketika hendak mencapai pintu kamar, aku mendengar suara dari kamar. "Aku tidak sakit, aku pura-pura kena leukemia." Suara bangga Sanny terdengar di telinga aku, "Aku hanya ingin Linda kehilangan harapan hidup, aku hanya mau dia sadar bahwa Ayah dan Abang paling menyayangiku."
23.0K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as pantun duka cita
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Ingatan bersamamu, Kenangan bersamamu It's a sorrowful life Itu adalah hidup yang menyedihkan sorrowful day Hari yang Menyedihkan seulpeum-eul igiji mothaneun naege Aku yang tak bisa menang melawan kesedihan sorrowful life sorrowful day Hidup yang menyedihkan, hari yang menyedihkan nae gyeot-eseo tteonajima Jangan pergi dari sisiku chueogsog-e naega salji anhdorog Sehingga aku bisa hidup dalam kenanganmu It's a beautiful life Ini adalah hidup yang indah 🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
108.0K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sayang sekali sinar merah itu dapat dirasakan kehadirannya oleh tokoh tua berilmu tinggi itu, sehingga Resi Pakar Pantun cepat balikkan badan dan lepaskan pukulan bersinar hijau. Clapp...! Duarrr...! Ledakan itulah yang didengar Baraka tadi”O. rupanya kau yang menyerangku. Anak manis” kata Resi Pakar Pantun saat berhadapan dengan Raja Tato. ia melanjutkan dengan syair pantun'nya. "Anak sapi bercinta dengan kera. “Selesai bercinta bayar uang sewa. Kalau memang belum puas cedera, boleh jadi kau akan kehilangan nyawa."
1031.1K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as pantun duka cita
Read
+Library
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang terdiam. Penyiksaan, kematian akibat ledakan, dua nyawa melayang. Setiap kata yang terucap begitu mengejutkan. Aku terpaku mendengar kata-kata Indra, tidak percaya sambil melihat ke perutku. Aku hamil? Anak ini masih begitu kecil, aku bahkan belum tahu keberadaannya, tetapi dia sudah harus meninggalkan dunia ini.
8.3114.3K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as pantun duka cita
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

D A N (Keresahan yang Ku Saksikan) Sarah Sibuk dengan ketidakpastian Diriku bagai daun yang berguguran Mencarimu berkeliling Hingga tubuh ini terombang-ambing Bagai baling-baling Dan, Hatiku bertanya Dimana kau berada Dan, Menunggumu bagai gelombang jalan Dengan batu yang berhamburan Penuh debu dan kotoran Aku dalam kegersangan Dan, Mengapa sesuatu yang ku harap ada padamu Tak jua ku temukan pada dirimu Tak tercoret setitikpun rasa iba yang tertanam dalam rindumu Untuk sedetik saja menemuiku Dan menemui cinta yang ku bawa untukmu Dan menemui rindu yang ku tabung untukmu Dan menemui kasih sayang yang ku beri untukmu Dan menemui senyum yang ku simpan untukmu
103.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Ia lalu membacakan suluk pertama yang ia temukan, baris demi baris, dengan intonasi yang hati-hati, seolah-olah ia sendiri sedang membedah setiap kata. “‘Duka lara tan kinira, amung mangsa dening raga, Jiwa mulya kinunci, dening bandha lan kursi. Sang Kurawa tan mawas, angkara murka tan wus, Ingaran adil tan adil, amung pamrih ing bathil.’” Raka menyelesaikan bait pertama, suaranya merendah, menahan getaran.
967 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as pantun duka cita
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status