Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Wait At 24

Wait At 24

Kita pernah disini, berdampingan Melangkah bersama arah Membual bersama khayal Senyumku tiba-tiba Mengingat tawa Membayangkan canda Mengkhayalkan luka Bersama kita adalah luka Menantang setiap yang ada Melupakan semua terka Hanya untuk bahagia Jemari kita telah erat Semua goyah oleh pemisah Begitu mudah jarak tersisip Dapat melihat, namun tak mampu lama menatap Harap dapat membisik kata Mengucap cinta Mengusap duka Menghapus luka Cerita sudah terpatri Tuhanpun telah memberi Diam saja dan nikmati Pandangi saja bekas luka Untuk tahu, pernah ada tentang kita (Jemari- Ghandistri)
103.5K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Cinta yang Terenggut

Cinta yang Terenggut

Dia mengajak Valentina dan Simon kecil untuk meninggalkan tempat itu. Jonathan berjongkok di depan nisan Theresia. Diusapnya foto almarhumah istrinya dengan penuh kasih sayang. "There, Sayangku," ucapnya sambil tersenyum. "Aku dan Karin sudah berupaya semaksimal mungkin bagi anak kita. Semoga kamu puas, ya. Bagaimana kabarmu, Sayang? Aku tahu kamu selalu menemani perjalanan kami selama sepuluh tahun ini. Sekarang giliran kami yang datang kemari mengunjungimu. Kelak kami akan sering-sering datang, There. Karin sekarang sudah menjadi penulis novel online ternama. Novelnya yang berjudul Cinta Yang Terenggut laris manis. Dibuat dalam versi bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Bahkan sampai d
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 463 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Katresnan tumraping manah Nahan kapang tanpo suoro, Meniko sanes impen, Nanging kidung jiwo karonto-ronto. Tembang kerinduan yang dilantunkan lirih oleh Patih dua Dimas Bagus Penggalih itu lebih terdengar bagai rintihan hati yang begitu menyayat. Dewi Rukmini tak kuasa menahan buncahan air matanya
104.1K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Patah

Patah

Di dalam senyummu Kudengar bahasa kalbumu Mengalun bening menggetarkan Kini dirimu yang selalu Bertahta di benakku Dan aku ‘kan mengiringi Bersama di setiap langkahmu Percayalah Hanya diriku paling mengerti Kegelisahan jiwamu, kasih Dan arti kata kecewamu Kasih, yakinlah Hanya aku yang paling memahami Besar arti kejujuran diri Indah sanubarimu, kasih Percayalah Kasih, yakinlah Hanya aku yang paling memahami Besar arti kejujuran diri Indah sanubarimu, kasih Percayalah —Bahasa Kalbu, Titi DJ— *** Bersambung
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 892 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Suami Adikku, Mantanku

Suami Adikku, Mantanku

Dua kalimat diatas ditulis semua huruf besar, namun tulisan dibawahnya ditulis dengan huruf kecil yang acak acakan. Teruntuk Kak Siska, Kak, maafkan aku memilih jalan ini. Aku sudah tak kuat menahan semua ini Kak. Lagian sudah tak ada lagi gunanya aku di dunia ini, aku sudah cacat dan benar apa yang di katakan Mbak Ratih, aku hanyalah sampah yang tak berguna bagi semua orang. Aku tahu mungkin memang semua ini adalah karma dari kenakaanku dulu, tapi aku sungguh tak sanggup menjalaninya. Ikhlaskan kepergianku Kak. Kudoakan agar hidupmu selalu bahagia. Titip salam untuk Gita ya Kak.
9.2K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Duda Tampan Sang Pemikat Hati

Duda Tampan Sang Pemikat Hati

Bruk. "Maaf… Aku gak sengaja," ucap gadis tersebut. Di bawah teriknya matahari, seorang gadis cantik dengan membawa amplop coklat berjalan dengan tergesa. Sesekali dia mengelap keringat yang bercucuran di dahi dan jidatnya. Dia menabrak seorang pria berjas. Saat mendongak, pria itu malah pergi begitu saja tidak memperdulikan kata maaf yang keluar dari mulutnya.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Cinta yang Kadaluarsa

Cinta yang Kadaluarsa

"Kita bertiga sudah terjebak dalam lingkaran ini terlalu lama. Nggak akan ada kebahagiaan di ujung jalan ini." "Sama seperti gaun pengantin itu—sekali sobek, nggak bisa diperbaiki. Kalau pun dijahit ulang, hasilnya nggak akan sama. Dan kalau dipesan baru, tetap saja ukurannya nggak akan pas." "Itulah akhir dari aku dan kamu." Aku berdiri, menatapnya dengan tenang. "Jadi, jangan cari aku lagi. Aku nggak sanggup terima cinta kalian."
49.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as pantun duka cita
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Pesan itu berbunyi: "Arya, ini Kinanti. Aku tahu aku tidak pantas. Aku sudah kehilangan segalanya. Sebelum aku pergi jauh dan menghilang selamanya, aku hanya ingin bertemu sekali lagi, di tempat kita dulu bahagia. Di Panti Asuhan Kasih Bunda. Tolong. Demi kenangan terakhir kita". Arya membaca pesan itu. Ekspresinya tetap dingin, tetapi ia merasakan sedikit tarikan nostalgia yang menyakitkan.
10897 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Wanita itu masih sibuk dengan dunianya, melupakan makan malam yang telah dibuatnya, tatapannya begitu kosong, dengan berbagai rasa sakit yang kembali datang. “Apakah kesempatan itu memang sudah tidak lagi ada?” “Apakah yang aku perjuangkan selama ini adalah hal yang sia-sia dan hanya akan berakhir luka seperti biasa?” “Tuhan, tidak adakah kesempatan itu?” Alle menggumam dengan nada yang menyayat hati, wanita itu mengusap wajahnya lelah, mengembuskan napasnya panjang dan beranjak dari sana. Tanpa ragu membuang semua masakan yang telah dibuatnya. Mood-nya benar-benar hancur dengan luka yang kembali menyapa.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan

Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan

Itu bahkan terjadi tepat ketika dia dibawa pergi oleh Chania tanpa berbalik dan melihatku. Thomas mengambil pecahan-pecahan di dalamnya sedikit demi sedikit, matanya memerah. Entah sejak kapan Yanti bersandar di pintu dan menatap Thomas dengan jijik. "Apa gunanya menyesal sekarang? Dia sudah pergi." Thomas terisak dan bergumam, "Tidak apa-apa, setelah aku perbaiki gelang ini dan menemukannya, dia pasti akan memaafkanku..."
37.1K viewsCompletedAdded to Library 928 Times as pantun duka cita
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status