Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
7 Sumpah

7 Sumpah

-7 Sumpah- Siapa menanam dia yang memetik Siapa yang menabur dia yang menuai Siapa yang berusaha dia yang berhasil ---------------------------------------------- Terik matahari mulai berganti dengan awan mendung yang berjejer bak kipas yang berputar entah kemana tujuannya. Siap menumpahkan seluruh airnya ke bumi. Memberikan rasa tersendiri bagi pecinta air hujan. Namun tidak dengan Airin, Airin selalu marah saat hujan turun.
9.96.0K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

jawab Bumi sambil tersenyum. "Sejak kapan kau bisa menggombal, Bumi?" tanya Pandu sambil tertawa. "Nah ini hal yang selalu membuatku tak sepakat denganmu, Pandu... masalah penafsiran," jawab Bumi sambil tertawa. "Orang bicara jujur dan terbuka, kau tafsirkan gombal." "Itu bukan penafsiran," kata Rana tiba-tiba. "Itu buruk sangka."
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 433 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

sahut Irene “Hujannya akan lama sepertinya,” “Mas masuk, jangan berdiri di tengah hujan. Nanti aku di marahi sama baby twins karena Dady nya di bawah air hujan.”Rangga mengangguk kemudian duduk bersebelahan dengan sang istri di sebelahnya itu. “Alat pendeteksi cuaca benar-benar enggak berguna bagaimana bisa pemerintah membuat ramalan cuaca yang seperti ini,”omel Rangga
107.7K viewsCompletedAdded to Library 292 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Enggak, cuma empat kata. Kan elu bilang, tulis apa yang ada di kepala gue!” “Lah, iya, bener. Artinya itu ide kamu sendiri, Mbak. Emang kamu nulis apa kok cuma empat kata?” “Ya gue tulis aja, RAMBUT, UBAN, KUTU, sama KETOMBE! Kan itu yang ada di kepala gue!” “Innalillahi … Oh Tuhan, tolooong … hamba butuh sianida!”
108.3K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Between Two Loves

Between Two Loves

balasku. "Sayang, ini momentum pertama kita menyaksikan rintik hujan bersama," bisiknya lagi. Aku rasa suamiku sedang menggombaliku. Coba pikir, apa istimewanya rintik hujan? Tapi tak apa. Gombalannya membuatku senang. "Lihat langit, mendung. Karena itu cuaca menjadi dingin. Tapi aku merasa suasana ini hangat," ucapnya datar.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 505 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Masih berani ngobrol di pelajaran saya! Sudah pintar sekali kamu ya!” Adhira menyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kamu coba buat satu bait.” Pak Heno langsung meminta Adhira yang kebingungan itu membuat pantun. “Ehm… ehmm…. “ Burung perkutut burung merak Burung pelican burung kutilang Burung garuda burung jalak Burung kasuari burung elang
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 337 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

“Anak setan! Pandai pula wa’ang menyalahkan aku. Jika wa’ang tidak mau mengatakan apa yang terjadi, aku akan ke rumah si Uday. Mungkin si Kasim tahu apa yang terjadi. Aku yakin wa’ang sudah kena racun alias TUBO!!!” Baru saja Pak Abdul selesai berbicara, guntur menggelegar di angkasa. Hujan tercurah ke bumi dengan derasnya. Tidak sekadar hujan biasa, tetapi sudah ditindihi dengan angin kencang. Bak badai topan, gesekan dahan dan ranting pohon-pohon di luar sana terdengar menakutkan. “TUBO???”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Perjuangan mereka bukan hanya soal menyelamatkan hutan, tetapi juga membangun dunia yang lebih baik, dengan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur. Sinta dan Jun menelusuri bait-bait kabanti kuno di malam yang hening. Di antara lembaran teks kabanti, mereka menemukan sebuah judul yang memikat: Ajonga Yinda Malusa atau Pakaian yang Tidak Luntur. Jun membacakan nama penulis teks itu dengan penuh kekaguman. “Syeh Haji Abdul Ganiu,” gumamnya. “Penyair Buton abad ke-19. Karya ini pasti sangat istimewa.”
3.2K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Karena sama sekali tidak bisa tidur, aku membalikkan badan untuk bangun, mengambil ponsel, lalu membuka halaman daftar blokir untuk melihat kembali riwayat obrolanku dengan Ardian. Aku membacanya satu demi satu. [Ardian, hari ini aku beli ikan, malam ini kamu makan di rumah, ‘kan?] [Prakiraan cuaca bilang sore ini akan ada hujan badai, jangan lupa bawa payung saat keluar rumah.] [Aku merasa kurang sehat, sepertinya demam. Apa kamu bisa pulang lebih awal?] [Ada sedikit kendala di lokasi proyek, aku mungkin harus pergi ke lapangan untuk memeriksa.]
1.9K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status