Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

“Lo ngerasa aneh nggak sih sama hujan ini? Rasanya... Tadi berat banget, terus tiba-tiba jadi enteng aja gitu pas lo dateng.” Langit kembali menatap Cinta dengan tatapan lembutnya. “Kan hujan nya dari langit.. dan gue Langit.” Cinta terdiam sebentar, menatap jalanan yang banjir. “Haddeh.. lagi lagi kalimat Lo susah dicerna..”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

"Anak bodoh, jaga dirimu baik-baik." Sementara Olivia hanya berdiri di ambang pintu dengan ransel lusuh di punggungnya. Di dalam tas itu cuma ada beberapa setel pakaian ganti. Tidak seorang pun memandangnya. Tidak seorang pun mengatakan sepatah kata pun padanya. Kemudian, hujan turun makin deras. Dia berjalan keluar dari rumah yang telah ditinggalinya selama dua puluh tahun itu seorang diri. Tanpa payung. Seluruh tubuhnya basah kuyup.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

*** To be continue, Hayooo tebak siapa yang panggil-panggil Thalisa? Buat yang merasa senang karena ada adegan jambak-jambakan, mari kita joget bersama 😂 Tunggu up selanjutnya ya, jangan kemana-mana. Pantengin terus Janda Kembang di Goodnovel, ya! 💃❤
9.88.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

jawab Rain cepat, bibirnya tersenyum kecil penuh gombal. “Gombal, deh...” Gendis tertawa pelan. “Mau jajan apa, Sayang?” tanya Rain, nada suaranya dibuat manja, seolah tadi bukan ia yang mengantar maut seseorang. “Beliin kacang rebus lagi!” pinta Gendis, matanya berbinar sederhana. “Siap. Kalau ketemu bapak yang kemarin, saya beliin deh,” jawab Rain sambil tersenyum penuh kasih.
10493.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.7K kali sebagai pantun hujan gombal
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

Berbarengan dengan suara katak bernyanyi, angin yang berhembus pelan menyambut. “Bu, malam hari ada hujan?” tanyaku pada Ibu. “Ada, kok. Hanya saja, hujan di malam hari sangat berbeda dengan hujan di pagi, siang dan sore hari. Di waktu malam, para hantu akan turun ke bumi untuk mencari mangsa. Terlebih lagi, saat hujan turun. Hii …,” jawab Ibu, mencoba menakut-nakuti.
108.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 581 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pantun narsis Gior sukses membuat semua yang ada di sana terkekeh geli. Kianna membelalakkan mata melihat kehadiran Gior di depannya. "Pohon randu, daun lontar. Denger suaramu, hati kakak bergetar." Kianna menggigit pipi dalamnya kuat menahan diri untuk tidak salah tingkah mendengar pantun berisi gombalan gembel dari Gior.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Retakan yang Tak Terhindarkan Sore itu, hujan turun perlahan, seperti benang-benang halus yang melayang di udara, menari di antara hembusan angin yang lembut namun dingin. Langit memantulkan warna kelabu pucat, seperti kanvas yang dipulas cat air tipis, memberi nuansa sendu pada halaman rumah Bagas dan Naila. Aroma tanah basah yang terangkat dari taman bercampur dengan wangi dedaunan yang terguyur air, menebar kesan tenang namun sarat isyarat akan badai yang mungkin datang—bukan badai di langit, melainkan di hati dua manusia yang tinggal di rumah itu.
9.313.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucapnya. Tapi Kinan terlihat bingung. "Elo ngomong ma gue?"tanyanya. "Hadeh, ya iyalah gembul. Emang ada siapa lagi yang badannya melebihi gajah disini, ha...ha...ha..., ujarnya diikuti teman yang lain. Sepertinya mereka 1 geng. "Minggir, gak!! Elo sadar gak seh elo daritadi ngalangin gue tau!!" Bentaknya kepada Kinan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

gerutuku sebal Hai hujan Lihat lah diriku Aku menunggu Menanti dengan ragu Dia yang membelenggu Dalam ruang kelabu Hai hujan Lihatlah diriku Yang terbelenggu Rentang waktu Hingga ragu Mengharu biru Hai hujan Aku tau Tak penting bagiku Merajuk Karna Hidup Bukanlah soal waktu “haaaaaaaaaah...ya sudahlah “pikiirku merapikan diri dan ruangan,memojokkan tiap hadiah agar tak memenuhi ruang tidur tempatku dan dia merebahkan diri. “Kruyuuuuuuuk..” “Looh,aku lapar ternyata..”kataku Ternyata aku keasikan melamun sampai melupakan waktu makan malam ku
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status