Bara Dendam Sang Prabu Boko
Kabut itu kemudian menurunkan hujan halus berwarna keperakan, turun dengan anggun di atas seluruh Tanah Jawa, meliputi gunung, lembah, hingga istana Medang itu sendiri.
Hujan itu membawa aroma bunga-bunga suci dan dupa yang menenangkan, menetes lembut di atas mandala api yang kini telah padam dengan tenang, membersihkan bekas-bekas bara. Para pengikut Sanjaya di Tanah Wasa Mandala menengadah ke langit, merasakan tetesan itu seperti berkat langsung dari langit, membawa kedamaian setelah kegelisahan. Mpu Kumbhayoni, berdiri di antara sisa-sisa ritualnya, menatap langit yang kini bercahaya lembut keperakan dan berbisik dalam benaknya dengan campuran rasa takjub dan pengakuan:
الفصول الرائجة