Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

Salah satu yang dia temukan adalah dengan cara menggombali wanita matang yang telah dihalalkannya itu. Menurut artikel yang Pak Beni baca, hasil eksperimen yang dilakukan oleh para ahli bahasa dan saraf tersebut menunjukkan, bahwa kemampuan menggombal identik dengan proses berpikir yang lebih rumit. Saat menciptakan rayuan gombal, ada lebih banyak bagian otak yang mengatur sistem bahasa yang akan diaktifkan. Oleh sebab itu, secara tak sadar, wanita mengartikan gombalan sebagai wujud kreativitas dan kecerdasan otak seseorang. “Ish, Ayah bisa aja bikin Bunda makin cinta,” ucap Bu Zahro seraya mengeratkan pelukannya dari belakang tubuh sang suami.
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

"Iya, apa maksudnya? "Hijau dibawah diatas coklat adalah rumput, melawan merpati yang jinak adalah liar, aliran jernih bersuara indah adalah Sungai, pantang diri untuk dilakukan adalah larangan." ucap Guang Xian Xie mengungkapkan teka-teki sajak itu. "Jadi artinya rumput liar di Sungai larangan!!!" Serempak kembar Guang Chen merangkai kata yang diungkapkan oleh Guang Xian Xie.
1039.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Kok ngeliatin aku?” “Iya, mikir kayaknya mereka, ini ada bidadari jatuh dari langit kira-kira sakit nggak ya abis mendarat di bumi?” Julie mendengus karena tak sanggup menahan tawanya begitu mendengar gombalan Ipang yang benar-benar lancar keluar dari mulutnya. “Duh, apa sih, Mas? Gombal deh,” balas Julie setelah berhasil mengendalikan tawanya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Bocah

Menikah Dengan Bocah

Aku menyibak jendela, ternyata pagi ini diguyur hujan pantas saja cuaca terasa dingin, mana kipas angin di depan sana menyala. Ponselku bergetar sejak tadi, rupanya banyak pesan masuk dari teman-teman kantor. [Penganten baru diguyur hujan nih, mantap broo, abis berapa ronde] [Gimana ga mantep nikahnya sama abegeh] [Beruntung banget jadi elu, Lan, dapet yang unyu-unyu]
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

tanya Zen begitu melihat sang istri keluar dari kamar mandi. “Malas,” jawab Kristal singkat. “Malas karena tidak ada uang? Bukankah semalam aku sudah membagi 50% keuntungan penjualan es tebu?” Kristal menatap tidak suka ke arah suaminya. Dia tidak suka dibantah. “Perhitungan sekali, sih? Semalam yang kau berikan padaku masih belum cukup untuk mengganti jatah harian yang tidak kau berikan selama seminggu penuh.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

(Prolog kecil) Hujan turun seperti lagu yang terlupa nadanya. Aira berdiri di tepi trotoar yang retak, menatap langit yang tak lagi punya warna. Dari sebuah radio tua di warung kopi, samar terdengar lagu lama—suara Rendra, rekaman yang nyaris tenggelam oleh desau angin dan bunyi hujan. "Aku menulis namamu di antara rintik, tapi kota telah menghapus huruf-hurufnya."
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

--- Dua Bulan Kemudian Haiyang memasuki musim hujan. Setiap sore, langit berubah kelabu dan hujan turun dengan setia, mengguyur jalanan dan menciptakan sungai kecil di setiap pinggir trotoar. Tapi itu tidak menghentikan kehidupan kota. Alun-Alun Ping'an tetap ramai, dengan pedagang kaki lima yang memasang tenda dan pengunjung yang bergantian berlari dari satu atap ke atap lain.
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

"Sedang bikin pantun nih. Mau denger nggak?" "Wow, mau banget! Gimana gimana pantunnya?" tanya Aluna antusias. "Satu detik semprot baygon, bebas nyamuk sampai pagi. Satu detik menatap wajahmu, terbayang senyumanmu berhari - hari." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Haris, membuat Aluna yang sedang memegang bulpoin tersedak tawa di ujung telepon.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

kata Fedro penuh obsesi. "Iya deh, tapi jangan berbicara itu dulu saat ini, kita harus fokus dengan tujuan utama kita dulu," jawab Alex. ***** Langit malam tampak merah di ufuk barat. Hujan gerimis turun halus, membasahi hutan kelapa di tepi pantai. Ombak berdebur keras, memantul di karang, dan suara jangkrik berpadu dengan desir angin laut yang menusuk telinga.
10957 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai pantun hujan gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status