Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bintang Tenggelam

Bintang Tenggelam

ucap Ku terkekeh "Hey! pepatah itu masih berlaku sampai saat ini! dan apa kamu bilang?? nanti akan jadi mancung? Ngimpi kali! yang ada kek pinokio berjalan! hahahahh" celetuk Arkan tertawa terpingkal pingkal. "Hey! dasar! mana buktinya kalau hidung ku panjang? ga kan? huuuu!" ucap Ku dengan menjulurkan lidah ku dan ber ekspresi mengejek.
9.93.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Nayna Boyfriend(Indonesia)

Nayna Boyfriend(Indonesia)

keluh Aldi "hahahahaha" tawaku. iya sesederhana itu ucapan manis yang membuatku luluh. hanya sebatas kata rindu "renyah banget tuh ketawa. entar dikira tetangga kunti loh" "ehhh tu kan. becanda horor lagi. Jangan bikin gw takut nggak jelas ya" ancamku "hmmm ya kalaupun lo takut, kan ada gw"
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Rasa panas dan perih yang luar biasa menjalar di seluruh pipi kirinya. "Kamu pikir kamu siapa berani menendang suamimu, hah?!" napas Dewa tersengal-sengal menatap Naya yang tersungkur memegangi pipinya. "Jangan sok suci! Semalam kamu mendesah keenakan di bawah kakakku, sekarang kamu berani menolak sentuhanku?! Dasar pelacur murahan!!"
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

“Kenapa? Kamu mau seblak?” "Isshh! Enggak lucu." (nb; pecut artinya pukulan, seblak juga artinya pukulan dalam bahasa jawa) "Aku tidak sedang melucu, Paniyem." "Pak!" pekik Pani. "Kerja!" Ranu balik ke mejanya. "Bagus." Pani tidak bisa membalas. Ia hanya tersenyum kecil sebelum kembali ke mejanya. Yah, itu memang pujian.
262 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Tahan Sagala maju, matanya menyipit mencoba mencerna kalimat demi kalimat yang tersusun dengan tata bahasa yang sangat tidak lazim: KABAR BAIK, KABAR BAIK! APAKAH ANDA MASIH KHAWATIR TIDAK MEMILIKI TUNGGANGAN? MASIH MERASA RENDAH DIRI KARENA TEMAN-TEMAN ANDA BERGULING-GULING GAGAH DI ATAS KUDA, SEDANGKAN ANDA HANYA BISA BERJALAN KAKI DAN KEHUJANAN? DALAM HAL INI: TIDAK ADA KUDA = TIDAK ADA GADIS YANG MAU MELIHATMU!
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

"Itu ibu dari anak kamu!" Bara terdiam. Tapi, hal itu tak membuat Damar menghentikan luapan emosinya begitu saja. "Dan kamu nyerahin dia kayak lagi nyerahin barang yang nggak berharga?" tanyanya, dengan napas semakin memburu. "Kamu pikir ini lucu?" "Mas salah nangkep—" "Enggak," potongnya menggeleng. "Aku nangkep jelas apa yang kamu maksud," jawabnya, tertawa pendek. "Risa lagi hancur-hancurnya di sini."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

("Mau makan bersama?" ("Apa maksudmu? Jangan bercanda!") ("Kamu gak mau mengucapkan kata selamat datang untukku?") ("Kamu ada di sini?") ("Ya.") ("Oh ya. Apa Naren mengganti nomornya? Aku tidak bisa menghubunginya.") ("Untuk apa kamu tanya anak gila itu?") ("Aku merindukannya,") ("Jangan ganggu adikku lagi!")
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Tunanganku Menikah dengan Adikku

Tunanganku Menikah dengan Adikku

"Kenapa masih belum pylang? Jun sudah datang, tapi kamu sebagai anak malah belum terlihat. Apa ini pantas?" "Aku nggak marah kalau kamu nggak menyiapkan pesta ulang tahun untukku tahun ini, jangan-jangan kamu masih marah karena tamparanku waktu itu?" "Bisakah kamu belajar dari Ratna? Jadilah lebih baik dan lapang dada seperti dia." Aku membawa pesan-pesan itu sambil tertawa dingin. Bagaimana bisa kalimat-kalimat itu keluar dari mulit seorang ibu kandung?
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Arman mencoba menghiburnya dengan menggenggam tangannya erat. “Kamu sudah melakukan yang terbaik,” katanya. “Sekarang kita tinggal menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.” Namun, beberapa hari kemudian, ancaman datang lagi—kali ini dalam bentuk yang lebih serius. Seseorang meninggalkan pesan di pintu apartemen mereka, sebuah catatan singkat yang berbunyi, "Jangan coba-coba melawan. Kami tahu di mana kamu berada."
843 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Siksaan Dari Tunangan Kakakku

Siksaan Dari Tunangan Kakakku

ancam Nadin, berharap berhasil. Ronald mendesah sambil berdiri dengan malas, "Apa untungnya ikut beginian?" gerutunya. "Memang siapa yang mengajak?" ejek Nadin. Mereka berjalan bersama memasuki arena hutan pinus. Tak terasa waktu berlalu. Mereka menemukan beberapa soal, tapi tak ada yang cocok dengan jawabannya. Sampai akhirnya ia menemukan satu lagi yang menempel di ranting pohon.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai pantun kangen lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status