Kelana Penyintas Waktu
bentak pria berkumis tebal, yang merupakan pimpinan kelompok pengacau.
"Maneh nu anjing!" hardik Zulfi.
"Bukan, mereka tikus nying-nying," ledek Wirya.
"Lebih cocok, belatung," sela Nirwan.
"Ulat kaki seribu," cakap Yusran.
"Eta, mah, lucu," kilah Rafiq.
"Kudunya, ulat bulu," papar Jaya.
"Cacing kuburan," cetus Zhao Yìchen.
Hot Chapters