30 Days Girlfriend
Naren mematikan sambungan telepon sepihak, tidak ingin mendengar ocehan Dio.
“Tuh, aku udah ngomong ke Dio. Aman kan? So, kita mau ke mana, Rhe?”
“Yang ngajak kamu, kok nanya ke aku.”
“Cari coffee shop aja ya.”
“Ok.”
Naren mengarahkan mobilnya ke daerah Sabang. Ada beberapa coffee shop di daerah sana yang pernah didatanginya dengan mantan pacarnya. Ia tahu mana yang menyajikan roti bakar sarikaya yang enak, mana yang mempunyai menu singkong sambal roa, atau mana yang memiliki menu makan berat yang enak. Bisa dibilang ia sudah khatam daerah itu.