กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
Jangan Berhenti Mencintaiku!

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Di pintunya tertempel kertas: "Dibutuhkan Barista & Server. Walk-in Interview." Nama kafenya unik: Together in Tune. Dilla menarik napas panjang, merapikan rambutnya, dan melangkah masuk. Alunan musik jazz yang lembut serta aroma biji kopi yang baru dipanggang langsung menyergap indranya, memberikan rasa tenang yang aneh. Di dalam, seorang pria paruh baya yang tampaknya manajer operasional menyambutnya.
10462 viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 15 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
DONATUR ASI JADI CINTA CEO

DONATUR ASI JADI CINTA CEO

bisiknya, tangannya mencari tangan Celeste. Pria itu tersenyum, dengan mata tetap waspada, memindai kerumunan. Ia masih memakai topi baseball rendah dan kacamata hitam. “Kita ke cafe dulu, pesan mobil jemputan,” katanya pelan. Mereka duduk di sebuah kafe kecil di lantai dua terminal 3, dekat gerbang keluar. Celeste memesan tiga es kopi susu gula aren, lalu duduk di sudut yang menghadap pintu masuk.
2.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 74 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Sambil bergandengan tangan mereka berdua berjalan mencari meja kosong, karena kebetulan malam itu suasana café lumayan ramai. Setelah Eguh dan Indah menemukan meja kosong, mereka berdua lalu duduk dan mulai memesan beberapa menu spesial di café tersebut. Pelayan café mulai mencatat pesanan Eguh dan Indah, setelah selesai barulah sang pelayan café pergi meninggalkan meja mereka berdua. “Maaf ya, Guh,” ucap Indah minta maaf atas keterlambatannya.
96.4K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 147 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

“Eits… jangan dulu. Ada yang mau aku bicarakan mai pergi saja.” Kania melepas kasar genggaman tangan Erga di tangannya. Sungguh laki-laki ini menguji kesabarannya. “Bagiamana menurutmu konsep cafe ini?” Tanya Erga mulai serius saat meliat Kania akan meledak marah. “Bagus,” jawab Kania singkat. “Syukurlah,” kali ini yang menjawab Refal bukan Erga. “Ini cafe milik keluarga Refal,” jelas Erga saat melihat wjaha keherananan Kania.
107.6K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 258 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 266 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

Lelaki bermata sipit itu berjalan ke dalam cafe yang tempatnya terbuka, tangannya meraih tanganku dan menggandengnya mencari tempat duduk. Netranya menyisir ke segala arah, karena cafe ini begitu ramai dengan banyaknya pengunjung. Mungkin karena malam ini adalah malam Minggu jadi sudah menjadi hal yang lumrah untuk muda-mudi pada hange out berama teman atau kekasih mereka. "Di situ ada bangku kosong. Ayok, kita ke sana!" ajaknya masih dengan menggandeng tanganku. Aku berjalan mengikuti langkahnya, kemudian menempati bangku yang kosong di pinggir pagar .
102.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 54 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
Tawanan Kastil Putih

Tawanan Kastil Putih

Bicara soal Tuan Oetomo, tiba-tiba mata Raanana menangkap sesuatu. Ini adalah kafe yang memberikan keleluasaan pada pelanggannya dengan cukup bebas, termasuk membuat kopi mereka sendiri dengan sedikit panduan barista. Selain itu, di kafe yang terletak tidak jauh dari akses jalan menuju puncak ini juga menyediakan sebuah ‘rest area’ kecil. Namun, siapa sangka bahwa Raanana akan menemukan dua sejoli yang sedang beristirahat di tempat itu yang dari wajah-wajahnya begitu sangat dia kenal.
106.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 170 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Kumasukkan ponsel dari permukaan meja dalam saku celana dan beranjak mengangkat gelas berisi es teh yang masih penuh. "Lo ke mana?" cegat Nabas ketika aku melewati sisinya. Jarinya dalam pantauanku ketika memegangi batang rokok masih sangat amatiran, memutarnya asal menggunakan telunjuk dan ibu jari. "Gue ada janji bentaran. Entar gue balik." Aku pamit, melepaskan pegangannya dari lenganku dan menghampiri sosok yang mengambil tempat duduk di pojokan kafe. "Ra?"
1022.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 445 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่านรีวิว (51)
อ่าน
+ห้องสมุด
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
อ่านรีวิวทั้งหมด
Neng Zulfa

Neng Zulfa

"Pelita, di sini!" Seorang perempuan berambut panjang dikuncir dengan setelan jins biru tua dan kaos lengan pendek warna putih yang dilapisi kardigan rajut warna moka melambaikan tangan ke arah pintu masuk kafe begitu orang yang ditunggunya terlihat di pandangan. "Di sini, di sini!" ulangnya yang membuat beberapa pengunjung kafe yang lain menatap bergantian ke arahnya dan ke arah seseorang yang baru masuk ke dalam kafe.
106.5K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 234 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Mikayla menjelaskan dengan tangannya yang kecil membentuk bulat. "Ooh! Cream puff?!" Safa tertawa. "Yang kayak sus gitu?" Mikayla mengangguk semangat. "Iya! Puff!" "Tapi kayaknya Mama lagi nggak ada di cafe deh. Biasanya kalau ada Mama, kita bisa minta bikinin." Aku melirik ke arah dapur. Memang hanya ada dua pegawai yang sedang melayani kasir dan membuat kopi. "Kita cek dulu aja yuk, siapa tahu ada stok." Safa berdiri.
1017.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 449 ครั้งในชื่อ pap pegangan tangan di cafe
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
123456
...
10
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status