DONATUR ASI JADI CINTA CEO
bisiknya, tangannya mencari tangan Celeste.
Pria itu tersenyum, dengan mata tetap waspada, memindai kerumunan. Ia masih memakai topi baseball rendah dan kacamata hitam. “Kita ke cafe dulu, pesan mobil jemputan,” katanya pelan.
Mereka duduk di sebuah kafe kecil di lantai dua terminal 3, dekat gerbang keluar. Celeste memesan tiga es kopi susu gula aren, lalu duduk di sudut yang menghadap pintu masuk.