Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PRAMESWARI

PRAMESWARI

Yuka menyahut dengan kegelisahan yang terlihat jelas dari sorot matanya yang nanar, "Evan, mana itu si Mytha?" Evan menjelaskan, kalau tamu laki-laki sama perempuan begini, biasanya Ladies Companion-nya berbeda. Kecuali dia request, minta ditemani. Jadi, dia harus mengisi formulir dulu. Biasanya di bawah menu pesanan. Yuka manggut-manggut, tanda mengerti. Sebenarnya, yang menjadi masalah terbesar berada di kafe ini adalah takut. Takut kalau ternyata coffee latte atau semua coffee yang dijual di sini, bukan kopi biasa. Tapi sudah dicampur dengan … Pemikiran Yuka terhenti seketika, begitu ekor matanya menangkap bayangan seseorang yang selama ini dirindukannya, Prameswari. Iya, benar. Menurutny
107.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 256 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
LOVE KILLA

LOVE KILLA

Den n Dev Caffe Suasana kafe terpantau sedikit senggang. Beberapa pengunjung terlihat sedang sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang mengobrol dengan temannya, membaca buku sendirian, fokus dengan layar komputer atau hanya sekedar menikmati udara sore sambil menyeruput secangkir kopi yang mereka pesan. Bina menjadi salah satu pengunjung kafe yang melakukan kegiatan terakhir.
3.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
TRAPPED IN PAST LOVE

TRAPPED IN PAST LOVE

Tangan kirinya terulur mengusap surai lembut sahabatnya. "Di Cafe Cemara." Caca terus mengoceh tentang Fahry, membuat Dafa jengah. Tangannya langsung menarik tengkuk Caca kemudian menyatukan bibir mereka. Tubuh Caca menegang, matanya melotot kaget. "Aku gak suka kamu ngomongin cowok lain," ucap Dafa lalu memeluk Caca, meletakkan kepalanya di ceruk leher gadis itu.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 158 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Moonlight Kiss

Moonlight Kiss

Doni mengangguk sambil mengusap kepala ke belakang menggunakan tangan kirinya, lalu menyerahkan cangkir pada bartender dengan tangan kanannya dan berkata, “Secangkir kopi hitam lagi.” Aku terkejut begitu melihat tangan kanan Doni yang menjulur ke depan. Pada pergelangan tangannya terlihat luka memar yang membiru. Menyadari bahwa aku terkejut dan memperhatikan, Doni langsung menarik dan menyembunyikan tangan ke bawah meja. “Baik, satu cafe au lait dan satu black coffee akan segera disajikan.” Begitu bartender berwajah oriental itu menjauh dan mulai sibuk membuat pesanan kami. Aku menggeser kursiku lebih mendekat pada Doni.
3.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 111 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Bukan Wanita Cadangan

Bukan Wanita Cadangan

Melihat kearah jendela dan melihat pemandangan diluar adalah pengalihan rasa gugupku. Turun dari Mobil dan saat memasuki Cafe, aku kaget saat tiba-tiba Narendra meraih tanganku dan menggengamnya. Aku meliriknya sekilas lalu tertunduk dengan tersipu. Meski begitu aku bisa menerima dan tak memberontak akan sentuhanya. Buatku, itu menajubkan.
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 78 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Derita Terjebak Gairah Dokter Tampan

Derita Terjebak Gairah Dokter Tampan

pinta Regan sambil mengenakan apron. Kirei mendesah kesal karena lagi-lagi Rafael bersikap over protective padanya. “Mau ngapain sih kamu ke café tiap hari?” tanya Kirei saat mereka berdua sudah duduk nyaman di café lantai dua. Kirei berusaha menulikan telinganya dari bisik-bisik para karyawan yang terpesona dengan ketampanan Rafael.
9.9186.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.2K Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Ipakita ang mga Review (38)
Read
+Library
Rachel Kim
Thank you buat yang sdh baca season 1 sampai tamat, sampai jumpa di season 2 ya. Tenang ceritanya gak akan sepanjang season 1 dan hanya akan ada 2 season aja. mengenai yang tanya waktu terbit season 2 kapan, jawabannya segera setelah disetujui oleh GN ya. Thor sdh ajukan jd ditunggu aja. Thanks
dfelicitywo
Jujur bingung harus komen apa karena sumpah cerita ini keren banget! Setiap tokoh punya karakter masing2, ada yang bikin gemes, kesel, lucu, dsb. Bikin susah move on. Berharap akan ada karya baru mungkin tentang Reynard atau Regan Vanya. Ditunggu ya Thor... semangat!!!
Basahin ang Lahat ng Review
ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

Dia pasti memiliki rencana di luar nalar lainnya. Piring-piring kotor di atas meja telah diangkat oleh waiters, lalu diganti dengan satu cangkir kopi pahit dan cappuccino ice untukku. Mbak Viona meminta izin menjauh dari meja kami agar dia dapat menikmati rokok. Kami Hanau dipisahkan oleh tiga meja saja. Satu per satu pengunjung cafe telah beranjak meninggalkan tempat ini, sehingga suasana tidak terlalu ramai.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 112 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Ingin riset sebelum mulai melamar jadi barista mereka. “Yuk?” lelaki itu masih menawari. Aku mengiyakan. Tidak ada salahnya menerima ajakan seseorang yang tulus berterima kasih. “Ah, namaku Reist!” kenalnya sambil mengulurkan tangan kanan. Tangan satunya lagi menggendong Joan dengan kokoh. “Nara!” balasku menyalami tangannya. Selanjutnya aku diajak masuk ke cafe kopi yang sedari tadi hanya kutatapi di luar. Joan ia lepaskan setelah di dalam cafe. Sedangkan skateboard rusak ia taruh dekat pintu.
103.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Ucapnya sembari menunjuk sebuah foto yang ada di sisi dinding cafe. Sebuah tulisan chocoscafe yang dibentuk dengan apik, dan sebuah bingkai foto ukuran biasa diantara banyak bingkai-bingkai lain yang berisikan 4 orang lai-laki yang mengunakan pakaian seperti layaknya seorang barista. Lagi-lagi dahiku mengernyit, apa yang spesial? Sepertinya tidak ada! "Kenapa sama fotonya, Bang?" "Kamu nggak ngerasa ada sesuatu?"
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Sesekali tangan kanannya bergerak-gerak, sementara tangan kirinya terlihat kaku memegang paper bag berisi roti, yang kini menjadi fokus utama Arkan. Owner kafe yang sempat marah besar akibat penurunan meja itu justru sibuk memikirkan cara agar Zea mau menyerahkan paper bag itu padanya. Ia tidak rela Zea memakan satu suap pun pemberian laki-laki lain, terlebih di hadapannya. Baginya, setiap gigitan roti itu adalah ancaman bagi egonya. Ia memperhatikan Zea yang terlihat berbicara sangat serius, lalu menepuk pundaknya pelan.
101.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 44 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status