Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Perawan Untuk CEO

Gadis Perawan Untuk CEO

Penggoda Cafe terlihat cukup ramai, pelanggan yang terlihat saling berpasangan memenuhi setiap meja yang ada. Jaksa Putri duduk di tempat yang di desain seperti mini bar. "Ada yang bisa aku sajikan?" tanya seorang pria yang bertugas sebagai bartender. Jaksa putri terdiam, dia melihat papan nama kecil berbentuk seperti bros bulat, bertuliskan Evo. Setelah melihat itu, jaksa Putri tersenyum.
9193.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Seperti biasa, karena aku sampai sebelum jam operasional kafe dimulai, aku hanya bisa menunggu di depan ruko, tanpa berniat membangunkan penghuni-penghuni yang tinggal di lantai atas hanya untuk membukakan pintu untukku. Paman sudah masuk ke kantornya. Aku duduk di pinggiran teras sembari mengubah setelan paket data menjadi wifi di ponselku. Kumainkan layar dengan berselancar di dunia maya. Tanpa menduga orang itu sudah berdiri dan menarik tanganku hingga terbangkit dan berdiri. Aku mengikutinya berjalan menjauh dari kafe. Sengaja aku tak menampik pegangan tangannya karena tahu dia pasti tidak akan melepaskanku begitu saja.
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Aga menggandeng tangan Ara erat sekali ketika memasuki kafe itu, seakan tidak mau memberi celah sedikit pun bagi Ara untuk menjauh. Bunyi denting bel pintu kaca membuat beberapa pengunjung menoleh sebentar, sebelum kembali larut dalam obrolan masing-masing. Aroma kopi hitam bercampur caramel latte menguar di udara, namun semua itu tidak mampu menetralkan ketegangan yang mulai terasa.
10105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
My Sexy Wife

My Sexy Wife

Faye memasuki salah satu coffe shop yang baru-baru ini buka. Ramai pengunjung yang berdatangan kesana untuk mencoba menu-menu yang di hadirkan di sana. Faye iseng mampir ketika melewati tempat itu, tempat itu begitu ramai pengunjung, seolah terlihat sekali banyak peminat. Faye memesan segelas kopi dan sepotong kue. Setelah melakukan transaksi dia mengambil posisi duduk di dekat jendela. Banyak pengunjung di sini, mereka tidak ada yang sendiri seperti diri nya. Lonceng yang melekat di pintu caffe berbunyi, tanda bahwa seorang pengunjung baru datang. Sontak mata Faye mendongak ke arah pintu, pria dengan tubuh kekar memasuki coffe shop di tangan kanan nya membawa sebuah tas kulit yang seperti n
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
It's Ours

It's Ours

Sesaat mereka berpegangan tangan, terkadang mereka sadar kalau dirinya berpegangan tangan karena terbawa suasana. Jasmine ketika sadar langsung melepaskan tangan Gray dengan cepat, seperti ada aliran listrik menyambar dan membuatnya lemas sampai ke kaki. Detak jantungnya juga jadi tidak beraturan. Dia melirik Gray dari sudut pandang matanya dan Gray tampak biasa-biasa saja. Mungkin itu hanya dirinya saja. Perasaannya mempermainkan dirinya, ya itu saja. Mereka sampai di sebuah kafe bernama Urth. Pemandangan pertama yang Jasmine dan Gray lihat adalah orang-orang yang menempelkan kamera di depan mukanya. Sepertinya banyak sekali youtuber yang datang ke kafe tersebut.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Simpanan Dosen Tampan

Simpanan Dosen Tampan

“Aku tetap tim yang ini.” Marvin tersenyum tipis. “Bagus. Kamu memang bukan tipe espresso.” Mereka kembali tenang beberapa saat. Suasana kafe mengisi jeda di antara percakapan kecil itu—suara sendok, mesin kopi, dan obrolan orang lain di sekitar mereka. Felly mulai fokus ke pastry-nya, sementara Marvin hanya memperhatikan dengan santai. Sampai pandangan Felly tanpa sengaja jatuh ke paper bag kecil berwarna hitam yang sejak tadi diletakkan Marvin di samping kursinya.
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Diluar Cafe karyawan karyawati cafe pulang, tinggal karyawati kasir yang sedang menutup rolling door cafe dan menggemboknya, setelah dirasanya semua aman, cafe sudah tertutup, dia melangkah ke motornya yang terparkir, untuk kemudian pergi dari tempat itu. Di kejauhan , sosok pria yang tadi ada di dalam cafe mengintai, wajahnya tidak terlihat karena ditutupi masker dan memakai topi, pakaiannya serba hitam, sorot matanya menatap tajam kearah cafe milik Yana. Tangan pria itu memegang sebuah remote control berukuran kecil, dia lalu menekan tombol on dari remote control yang dipegangnya.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

Jadi tidak salah kalau Nicholas memilih untuk mampir ke tempat ini. Begitu masuk, Nicholas langsung di sambut aroma khas kopi bercampur aroma mentega yang begitu harum. Pria itu duduk di salah satu bangku yang terletak di pojok Cafe. Hari sudah sangat larut dan keadaan Cafe sudah tidak terlalu ramai. Bahkan jika tidak salah lihat, Nicholas hanya menemukan tiga orang yang masih duduk santai di Cafe tersebut. Nicholas memesan Americano dan seporsi tuna sandwich. Setelah pelayan pergi Nicholas mengambil ponselnya, ia kembali mengecek beberapa pekerjaan melalui ponselnya. Barangkali ada pekerjaan yang terlewatkan oleh Nicholas.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Suara Desahan di Kamar Anakku

Suara Desahan di Kamar Anakku

Mobil Siska segera masuk ke parkiran lalu kami berdua serentak keluar dan berjalan masuk ke dalam caffe. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling sudut di brown caffe. Tak terlihat Bu Anjani, apa belum tiba? Aku segera melihat benda bundar yang melilit pada tangan kiri. Waktu menunjukan pukul delapan lebih lima menit.
9.8830.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.7K kali sebagai pap pegangan tangan di cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status