Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HUKUMAN DEWA KEMATIAN

HUKUMAN DEWA KEMATIAN

Jadi dengan sangat mudah dan tanpa ada kecurigaan, sosok pria yang sebenarnya adalah Dewa, berhasil mencegah jarum itu menancap ke pinggangnya. "Apa ini alat untuk memberi racun pada tubuh manusia?" gumam Dick, sosok yang berada dalam kamar tersebut. Karena peristiwa semalam, sosok itu menjadi penasaran, dengan adanya benda di tangannya. Dari semalam Dick terus memikirkannya sampai pagi sudah menjelang.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

tanya Dewa dengan murka. “Ini hanyalah rintik! Setelah hari ini tidak akan ada lagi hujan, maupun rintik yang akan jatuh ke bumi. Kamu harus tahu konsekuensinya dari keterlambatan ini!” teriak Dewa. Wwwhuuusss! ****
9.888.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Aduh, Pelan-Pelan, Bos

Aduh, Pelan-Pelan, Bos

Itu karena Duson telah membawa wanita lain dalam kehidupannya sendiri. "Apa Papa masih waras? Ibu depresi hingga dia bunuh diri itu karena siapa, hah?!" Dewa menatap Sinta. "Lalu katakan kepada menantu kalian ini. Jika dia ingin aku berhenti, bukankah dia harus memutuskan pacarnya di luar sana." "Apa yang kamu katakan, Dewa?" Duson dibuat terkejut. "Heh! Kusarankan jangan terlalu percaya pada kata-kata wanita, Papa. Mereka mungkin beracun."
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

“Papa pusing, Bri… perut Papa mual.” ***
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Denting sendok dan garpu beradu dengan tawa kecil saat Mama mulai menceritakan masa kecil Dewa yang ternyata sangat menggemaskan sekaligus jahil. "Dulu itu, Wa, kamu kalau sudah marah sama Papa, pasti sembunyi di bawah kolong tempat tidur sampai tertidur," kenang Papa sambil tertawa lepas, matanya berbinar menatap putra kebanggaannya. Dewa ikut terkekeh sambil menyuapkan nasi ke mulutnya. "Itu kan gara-gara Papa melarang Dewa main bola sampai sore, Pa."
9.7271.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

“Benar. Aku adalah Jiwangga, Dewa Perang yang dulu memimpin serangan terakhir melawanmu. Kini, aku bersemayam dalam tubuh ini. Sudah lama, Malazar… aku tidak menyangka kau masih bertahan setelah serangan yang kulancarkan bersama para dewa itu.” Suara tawa keras meledak dari mulut si kakek. “Hahahahahaha! Siapa yang menyangka, Dewa Perang yang pernah menumbangkanku kini hidup kembali dalam tubuh manusia fana? Tapi harus kuakui,” katanya sambil menunjuk Angkara, “tubuh barumu jauh lebih tampan daripada tubuh lamamu yang penuh luka!”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Dewa

Sang Penakluk Dewa

Meski sudah ditahan menggunakan banyak energi, racun itu tetap terasa bagaikan ribuan jarum kecil yang sedang menusuk-nusuk tubuh melalui pori-pori. Sementara ratusan pasukan pendekar berpakaian hitam mengalami nasib yang lebih buruk. Mereka terbantai tanpa mampu melawan akibat rasa gatal yang ditimbulkan oleh racun ulat. Lintang kali ini benar-benar sedang berpesta, dia memotong puluhan kepala lawan menggunakan serulingnya. Alhasil dalam sekejap jalanan dipenuhi genangan darah, bau amis menyebar menyeruak terbawa udara.
9.367.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Pendekar Dekrit Dewa

Pendekar Dekrit Dewa

"Kau ini bodoh atau apa? Ya tentu saja karena mereka ada di dalam dirimu. Aku sudah mengatakannya kalau Dekrit Dewa adalah wadah untuk 5 entitas." Il-Pyo mengangkat tangannya kemudian bertanya lagi. "Apa itu berita bagus untuk kultivasiku?" "Tidak perlu ditanyakan lagi. Kau berkesempatan menggenggam alam semesta jika tidak terbunuh di tengah jalan."
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Bersama Tanpa Terpaksa

Bersama Tanpa Terpaksa

"Tunggu, Sayang. Okta ini cowok? Lalu Dewa?" Vanela mengangguk polos. "Dewa juga cowok, Papa. Namanya saja Dewa, mana ada Dewa perempuan, Papa." Devan memegang belakang kepalanya yang kini terasa agak kaku. Bagaimana mungkin di lingkungan sekolah anaknya ada pelaku elgebete, walau masih kecil, tapi tetap saja.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Mabuk yang merasa yakin kalau racun tidak akan berpengaruh terhadap dirinya melakukan kesalahan besar, karena Huang Shan mengeluarkan racun hidup yang bisa bergerak sendiri untuk masuk ke dalam tubuh lawan lewat pori-pori atau lubang sekecil apapun yang bisa membuat racun ini masuk dan menyebar ke dalam tubuh lawan. AAAARRRRDDDH! Tiba-tiba Dewa Mabuk mengerang kesakitan disertai banyak darah yang keluar dari hidung, mulut, dan telinganya. "Kamu lupa, kalau aku memiliki racun hidup yang sanggup menghancurkan organ dalammu dalam sekejab? Aku akan membiarkanmu mati dalam penyesalan! Selamat tinggal, Kong Ming!" Dewa Bandit pergi bersama anggota Bandit Pendekar setelah yakin kalau Dewa Mabu
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai papa dewa racun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status