Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENIKAHI PRIA BURUK RUPA

MENIKAHI PRIA BURUK RUPA

tanyaku. "Tentu saja tahu, Ndah." Papa tersenyum. "Ya Allah, kalau tahu keberadaan Mas Siji kenapa tadi memintaku untuk meneleponnya? Di mana dia, Pa?" Aku pura-pura merajuk dengan mengerucutkan bibir. Papa tertawa lalu melirik mama yang sedang membuat jus. Kali ini ia membuat untuk dirinya sendiri karena sedang membuat banana bounce yaitu perpaduan antara pisang dan susu.
1055.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

“Warna-warni? Emang ada parfum bunda dan warna-warni?” “Ada. Kamu pernah tau urinoir?” “Taulah. Itu kan sanitair tempat pipis pria.” “Naaaah dari tempat itulah Papa dapat banyaaaak parfum bundar warna-warni.” Apih sama Amih melotot. “Sampe hari ini Papa Banu dapat satu karung penuh parfum bundar warna-warni. Kalian mau Papa kasih sebagian?”
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

"Papa?" Ariana menjawab, "Ya, Paman Ganteng adalah papaku!"
7.71.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51.8K kali sebagai papa pipi
Tampilkan Ulasan (243)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Hai ... Mampir ke cerita aku yuk >>> "Antara Kamu dan Putraku. Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Istri untuk Papa

Istri untuk Papa

"Mengapa Papa hanya duduk di situ?" tanya Bintang saat melihat sang Ayah yang tampak menjaga jarak dari Mereka, "ayo bermain Papa," ajak Bintang lagi, agar Brian bergabung bersamanya juga Luna dan Adrian. "Bintang saja yang bermain bersama Mama Luna dan Paman Adrian, Papa ingin di sini saja," ucap Brian, tersenyum canggung saat tatapan matanya tak sengaja bertemu dengan Luna.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Aku mencium kedua pipi Papa sebelum duduk di meja makan. “Mas Pandu kok nggak sarapan bareng, Pa?” “Lagi angkat telepon tuh.” Aku menoleh ke arah taman samping dan melihat Mas Pandu sedang menerima panggilan. Sibuk sekali, padahal masih pagi. Tapi ya wajar… sudah jadi konsekuensinya sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. “Nanti jadi beli kado buat Mama?” tanya Papa kemudian.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

Ia mencium pipi gembul putraku berulang kali. “Sudahan kan cemburunya?” Papa dengan gaya sok coolnya mencomot Sosis Bakar yang baru di pesannya. Tumben papa mau nyicip makanan yang paling anti di konsumsinya. Apalagi mama mertuaku, tidak ada kamus junk food dalam daftar menu makanannya. “Kalau pengen bilang saja to Ma.” Kata Papa tanpa tedeng aling-aling. Papa mengambil satu tusuk Sosis Bakar dan mendekatkan pada mulut mama. Mama memegangi Arsen agar tidak jatuh. Mama menggigit Sosis jumbo yang terlihat menggiurkan itu.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Bukan Papa… lalu nama lain. Hanya Papa. Terdenagr begitu Netral. Utuh. Total. Anthony membeku. “Sekarang… Dion panggil Papa aja. Nggak pake apa-apa.” Dion mengusap matanya, lalu mengatakan dengan jujur. “Soalnya Dion sayang Papa…” Anthony memejam. Habis sudah seluruh pertahanan yang ia punya. “Papa juga sayang Dion…” suaranya pecah pelan, “lebih dari apa pun.” Lanjutnya lagi.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

"Awalnya, kamu mengira aku membelinya, jadi kamu memintaku untuk mengembalikannya. Tapi, ketika kamu mengetahui bahwa itu dibeli oleh Paman, kamu langsung memintaku untuk menyimpannya? Bibi, ternyata kamu masih menyukai pamanku!" Pipi Pamela sedikit memerah. Dia telah memutuskan untuk berdamai dengan Agam, jadi dia berhenti berpura-pura. "Yah! Aku benci sekaligus suka pada pamanmu!" Adsila berkedip dengan bingung. "Maksud dari perasaan benci sekaligus suka?"
9.51.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.9K kali sebagai papa pipi
Tampilkan Ulasan (267)
Baca
+Pustaka
Mei Ika
aku dh bca pamela, kalana dan agam udah diganti lagi cerita tentang jonson dan di ganti lagi dg philips.. syngnya cerita philips cuma aku baca sebentar. aku kira author bakalan nyelesaiin cerita pamela yg menurut ku belum selesai. teka teki yg belum terpecahkan. tapi sudah di ganti2 pemeran
Anava
Agam dan Pemela menikah lagi dan bulan Madu di bab 1895-1898 (Keluarga berkumpul kembali) loveeee... bgt .... Author sangat pandai membuat hati bertalu², emosi, bahagia benar² bisa membuat pembaca larut dalam kisah... Bikin cerita lagi dong Thor, tp jangan panjang² episode nya ...
Baca Semua Ulasan
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

"Bea, tunggu Papa!" Pria oriental meraih pundak seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahun. Tinggi gadis kecil itu sebatas paha bagian atasnya. Memiliki rambut dan warna kulit yang sama dengan pria oriental yang menyebut dirinya sebagai Papa. Gadis kecil bernama itu memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat. Sekarang Diva dapat melihat wajahnya dengan jelas. Mata sipit, hidung kecil dan agak pesek, bibir mungil yang mengerucut, dan pipi chubby. Tanpa sadar Diva membingkai pipinya sendiri. Menurut Arkan, pipinya masih saja chubby sampai sekarang. Diva mengembuskan napas melalui mulut. Tentu saja seperti itu, 'kan? Tidak ada yang berubah dalam dirinya, sedikitpun.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan Tuan Muda

Istri Simpanan Tuan Muda

Papa tak mengerti apa yang dikatakan Mama dan aku harap beliau tak menggubrisnya. “Sudah, sarapan saja dulu. Nanti kita bicarakan setelah sarapan.” Ucap Papa. Aku dan Laura kembali duduk di tempat masing-masing. Tak berapa lama, Santi datang membawa smoothies kesukaan Papa. Baru kali ini aku mengamati langsung bahwa tubuh Santi rupanya semakin berisi. Untuk ukuran pembantu, bajunya sangat memperlihatkan lekukan tubuhnya. Tadi aku sempat melihat tangan kanan Papa memegang pinggang Santi karena dia hampir terpeleset.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai papa pipi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status