Pelayan Sang Tuan
Dan menggunakan kertas putih dengan noda darah tersebut, Davina mengucapkan sumpah pernikahan, sedangkan Dirga hanya mengucapkan kalimat singkat.
“Menjadi milikmu, untuk selamanya.” Dirga mengucapkannya dengan tanpa melepaskan tatapannya pada Davina. Davina tahu apa artinya itu. Dendam, kemarahan, dan kebencian Dirga, akan menjadi miliknya. Untuk selamanya. Begitu pun sebaliknya. Tubuh, napas, dan hidupnya menjadi milik pria itu. Semuanya. Untuk selamanya.
Lalu pendeta bertanya pada masing-masing keduanya dan dengan jawaban ya serta pertukaran cincin, pendeta menyatakan keduanya sah sebagai suami istri. Mempersilahkan Dirga untuk mencium sang istri.