Pendekar Pedang Naga
Dan di ruang takhta, kaisar terbangun dari mimpinya dengan darah menetes dari mata—berbisik tentang seekor naga tanpa warna yang melangkah di antara dunia.
Di akademi pedang, suara pedang emas Arsel menggema sendiri di ruang pelatihan, meski tak diangkat. Pedang itu bergetar, seperti merespons panggilan dari masa lalu. Beberapa murid pingsan saat berlatih, mimpi mereka dipenuhi bayangan seorang naga yang menatap ke dalam jiwa mereka.
Di desa-desa terpencil, sumur mengering meski hujan turun. Anak-anak terlahir dengan mata yang bisa melihat roh. Tanaman tumbuh terlalu cepat, atau tidak tumbuh sama sekali.