Pejantan Tangguhku
sergah Hayisa tidak terima.
“Jelas itu adalah hal yang wajar.” Catty menghentikan tawanya. Raut wajahnya berubah saumpama iblis yang jahat.
“Aku lebih muda, lebih cantik daripada kalian! Dan satu hal lagi aku lebih hot dalam memuaskan Mas Manto. Kalian seharusnya sadar diri. Sudah peyot, jelek, dandan saja tidak becus tapi mengharap lebih dari Manto. Kalian lebih pantas menjadi pembantunya Mas Manto daripada istri,” cecar Catty dengan nada yang sangat pedas, membuat ketiga wanita berpostur bongsor itu meradang.