Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
Apalagi harganya yang sangat terjangkau ini, tempat kostnya saja waktu itu harganya empat ratus ribu sebulan, itu termasuk kost paling murah.
Mutia melihat ke lantai tiga, tangga yang dia pijak lantainya dari semen tegel, bukan keramik. Sepertinya lantai rusun juga dari tegel. Cat di dinding sudah mengelupas dan memperlihatkan suasana yang sangat tua, hunian di lantai satu dan dia tampak ramai, di balkon setiap rumah terdapat jemuran, tetapi di lantai tiga tampak lebih sepi, karena memang hanya terdiri dari lima rumah saja.
Rumah yang disewa Walimar berada di lantai satu, halaman rusun yang sedikit luas biasa digunakan untuk parkir kendaraan. Saat ini Walimar juga mengantar Mutia untuk melih