Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Count Ejawantah: Balas Dendam Pewaris yang Menyamar

Count Ejawantah: Balas Dendam Pewaris yang Menyamar

Nathan pun hanya bisa menurut di titik ini. “Lalu soal warna!!” sambung Selena, “Demi menonjolkan pesona Count Ejawantah yang misterius, menurutku yang paling cocok adalah kombinasi, biru gelap, hitam, putih, dan merah—lalu ada sedikit aksen ungu.” “Baik, baik, Bibi Selena, aku paham,” Nathan mencoba menghentikan Selena.
421 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

tanya Avraam sembari memungut gelang tersebut. Gelang tangan yang terbuat dari Rattail cord ditambah pernak pernik yang berbentuk huruf L sebagai pemanis, apalagi dengan warna Peach kesan feminim sangat mencolok. Avraam menatap gelang itu sekejap, sambil memainkannya pelan. Lagi dan lagi pikirnya bergelayut pada kenangan bersama Isternya. Warna Peach sangat sama sekali dengan warna kesukaan Isterinya itu. “L untuk Linara, indah sekali...,”
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Tinggal menunggu waktu dan kesehatan Ismoyo pulih saja. Perempuan berjilbab toska dengan gamis bunga sakura warna senada mengeluarkan motor. Lebih baik mengendarai roda dua untuk mempercepat kinerjanya. Jika menunggu sopir, mobilitasnya terbatas. *****
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Penghias parcel merasa senang saat pelanggannya puas, Sabian melihat-lihat lagi parcel yang sudah selesai di bereskan di meja, begitu cantik dan indah seperti Kirana yang selalu tampil menawan, rasanya Sabian sudah tak sabar menunggu hari minggu. Sabian memandangi parcel dengan bentuk kura-kura, kelinci dan merak sesuai apa yang dia reques, kelinci imut menggambarkan kirana yang penurut, burung merak melambangkan keindahan seperti wajah Kirana yang cantik, dan kura-kura Sabian ingin waktu berjalan lambat seperti kura-kura saat bersama dengan istri dan anaknya kelak. "Kenapa kamu tersenyum melihat hantaran yang kamu request itu Sabian, jangan berpikir jorok di siang hari," ucap tuan Alexander
9.7489.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.6K kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

Ini sudah ketiga kalinya Dania membasuh wajahnya dengan air. Sejenak ia menatap pantulan dirinya pada cermin didepannya. Menatap kedua matanya sendiri. Jantungnya berdegup begitu cepat, serasa sebentar lagi jantungnya akan melompat keluar. “Kau lemah.” ucapnya sambil menatap pantulannya. Kini make up tipisnya telah hilang karena air, menyisahkan lipstik yang masih membuat bibirnya berwarna pink kemerahan. Namun, itu tidak menghapus kecantikan gadis itu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Ujar Mama dengan sarkas. "Ma sudah." Mas Raka mulai meminta Mamanya untuk diam. "Aku hanya mempunyai satu mantu yaitu Amel." Aku sedikit tersanjung, lihatlah Renata betapa jauhnya perbedaan dinikah sah dan nikah di bawah tangan tapi sayang aku tidak berniat bersaing denganmu. Karena keinginanku bercerai dengan Mas Raka. Mama kembali meminta Renata agar mengerti namun dia menolak.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 741 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta

Belenggu Cinta

Dia seolah berusaha menutupi emosinya. Aku biasanya selalu menurut padanya, makanya dia tidak terima melihatku bersikap begini. Yohan mengetuk meja dengan jarinya, "ST Entertainment sedang bersiap untuk IPO. Kalau kabar perceraian kita tersebar sekarang, perusahaan bisa rugi. Aku bisa memberimu lima persen saham asal kita nggak bercerai." Aku menguap malas, "IPO kan masih dua atau tiga tahun lagi, aku nggak sesabar itu. Saham lima persen itu nggak ditakdirkan untuk jadi milikku."
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

ucap Rain tersenyum hangat, matanya berbinar. “Iya, Mas. Aku sengaja pilih kemeja biru gelap sama celana hitam. Nggak tahu kenapa… aku suka banget waktu pertama kali ketemu kamu, kamu pakai warna ini,” ucap Gendis, lalu berbaring di ranjang sambil memeluk bantal, senyumnya tipis namun penuh makna. “Terima kasih, Sayang,” ucap Rain lirih, mendekat dan mengecup kening Gendis dengan lembut.
10506.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.1K kali sebagai pelangi satu
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Kakak Author ini ceritanya bagus-bagus. Suka semua. BTW aku juga Author, tapi masih keren kamu. Salam kenal, Kak. Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe suka ceritanya kakk daraa...... makasi kakkk
Baca Semua Ulasan
Belenggu Hati

Belenggu Hati

Yang ada hanyalah ruangan kosong, tanpa jejak penghuninya. Apa dia pindah kamar? Refat kembali menggeleng. Itu tidak mungkin. Ender bukan tipe orang seperti itu. Jika ia sudah memilih sesuatu, maka ia akan bertahan pada pilihannya hingga akhir. Dia pria yang dingin. "Refat!" Suara halus nan merdu memecah konsentrasi Refat. Ia menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita cantik dengan kulit putih dan mata yang mampu membuat iri banyak wanita berdiri di sana.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Ia tengah menikmati anggurnya ketika Fjola meletakkan bokongnya ke kursinya. Di sebelah Malakora duduk seorang peri perempuan. Rambutnya panjang dan putih, sewarna dengan kulitnya. Matanya yang beriris merah menatap Arnor dengan intens. Bibirnya yang bersemu tersenyum. Wajahnya kecil dengan pipi yang tirus. Ia tampak menyilangkan kakinya yang panjang. Ia memakai gaun putih yang bagian bawahnya membelah hingga ke paha. Bagian atas gaun itu hanya berupa kain yang dibelah dan diikatkan ujungnya ke pundak sehingga memperlihatkan belahan dada si pemakai. Untaian emas menghiasi rambutnya yang terjalin, tampak bagai mahkota. Ia memakai kalung berhias batu safir yang indah. Satu tanganya menopang da
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai pelangi satu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status