Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Semesta bahkan cukup paham untuk suasana hari ini harus di tutupi dengan senja miliknya yang sempurna. "Di sebelah sana ada pelangi", ucap Ian sambil menunjuk ke arah pelangi yang dia maksudkan. "Waw hari ini luar biasa banget, udah senjanya cantik, ditambah ada pelangi yang indah lagi" "Al coba kamu liat baik-baik. Warna apa yang paling menarik bagi kamu disana" "Merah" "Setiap warna pelangi punya maknanya masing-masing dan ga kalahnya sama makna dari bunga yang aku bilang kemarin. Kalau kamu pilih merah maknanya adalah kasih sayang"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Ia tengah menikmati anggurnya ketika Fjola meletakkan bokongnya ke kursinya. Di sebelah Malakora duduk seorang peri perempuan. Rambutnya panjang dan putih, sewarna dengan kulitnya. Matanya yang beriris merah menatap Arnor dengan intens. Bibirnya yang bersemu tersenyum. Wajahnya kecil dengan pipi yang tirus. Ia tampak menyilangkan kakinya yang panjang. Ia memakai gaun putih yang bagian bawahnya membelah hingga ke paha. Bagian atas gaun itu hanya berupa kain yang dibelah dan diikatkan ujungnya ke pundak sehingga memperlihatkan belahan dada si pemakai. Untaian emas menghiasi rambutnya yang terjalin, tampak bagai mahkota. Ia memakai kalung berhias batu safir yang indah. Satu tanganya menopang da
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

katanya sambil menoel hidungku “kamu meledekku kan?” “Tentu tidak Levi, yuk ganti baju aku ada jaket celana bisa kamu bisa pilih disitu,” kata Aryan sambil menunjukkan kios kecil pinggiran pantai yang menjual pakaian sederhana. Saat membeli celanapun sempat ada drama kecil karena aku mengusirnya saat aku memilih yang aku beli, karena aku beli celana sekaligus dalamannya meskipun malu. Baru aku memanggil Aryan saat barang sudah dibungkus, sampai aku ditertawakan pedagngnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Pipinya merona tipis. "Udah siap?" Pertanyaan itu hanya dibalas anggukan malu-malu Senja. Wajahnya menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya. Aldi tersenyum lembut, tangannya terulur dan langsung menggandeng tangan Senja, jemarinya terasa hangat dan menenangkan. Mereka melangkah keluar rumah setelah berpamitan dengan Bi Asih, bibi yang menjaga rumah Senja.
9.97.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Rena memanggilnya seperti itu karena si penjual tampak masih remaja. “Mau beli yang warna apa, Kak? Merah muda, ungu, biru, atau yang pelangi?” Sangat antusias menawarkan dagangannya. Senyum manis Rena mengembang. Semangat juang ini yang dulu ia miliki. “Yang pelangi kayaknya enak. Boleh, deh!” Si penjual langsung membuatkan pesanan Rena dengan sigap. Tangannya begitu cekatan saat memutar-mutar gagang hingga permen yang berbentuk bak kapas mulai tergulung besar.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

Pandangannya meneliti setiap jengkal tubuh Jingga dari ujung kaki hingga kepala. Meski tidak ada tulisan merek di sana, tapi Pelangi tahu bahwa sepatu, pakaian dan tas serta kalung yang Jingga pakai adalah barang bermerek terkenal. “Sebenarnya…,” ucap Pelangi dengan nada rendah dan tatapan memicing. “Kamu sudah menjadi wanita simpanan siapa?” ***
10221.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.8K kali sebagai pelangi senja
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

ucap Rain tersenyum hangat, matanya berbinar. “Iya, Mas. Aku sengaja pilih kemeja biru gelap sama celana hitam. Nggak tahu kenapa… aku suka banget waktu pertama kali ketemu kamu, kamu pakai warna ini,” ucap Gendis, lalu berbaring di ranjang sambil memeluk bantal, senyumnya tipis namun penuh makna. “Terima kasih, Sayang,” ucap Rain lirih, mendekat dan mengecup kening Gendis dengan lembut.
10506.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.2K kali sebagai pelangi senja
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Kakak Author ini ceritanya bagus-bagus. Suka semua. BTW aku juga Author, tapi masih keren kamu. Salam kenal, Kak. Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe suka ceritanya kakk daraa...... makasi kakkk
Baca Semua Ulasan
Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Tepuk tangan menggema di seluruh ruangan, tetapi bagi beberapa orang terutama Diana—kata-kata itu terdengar sedikit terlalu berat untuk diterima. Pelangi berdiri di sisi Akarsana, mengenakan gaun berwarna peach lembut yang membuatnya terlihat begitu anggun. Senyumnya tersungging, meskipun ada sedikit kegugupan dalam sorot matanya. Akarsana, yang mengenakan setelan hitam elegan, berdiri di sampingnya dengan ekspresi penuh kesungguhan.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

seru Langit. Tidak butuh lama untuk Senja banya sekedar memakaikan sebuah dress selutut di tubuhnya. Warna soft purple, warna kesukaan Senja. Batinnya bertanya, darimana Langit bisa mengetahui warna kesukaannya? Tapi pasti semua hanya sebuah kebetulan saja. Sepasang kaki jenjang nya mulai saling mendahului, hingga dia sekarang sudah berada di ruang tamu yang sangat luas.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pelangi senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status