Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

BRUK Ahhhhh Reflek Gladis berteriak karena takut terjatuh, namun saat ia sadar nyatanya tubuhnya saat ini tengah di dalam pelukan seorang pria yang saat ini sedang menatapnya. Perlahan Wanita itu membuka matanya dan saat itu juga tatapan keduanya bertemu. Deg
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Tidak satupun. Lyan tidak menyerah. Ia terus mencari. Namun tiba-tiba jemarinya berhenti, diikuti dengan debar jantungnya yang semakin keras, tak juga berhenti. Matanya tak berkedip menatap sebuah postingan foto disana, yang sudah diunggah beberapa tahun yang lalu. Foto dirinya. Masih berseragam putih biru. Dan tengah memegang sebuket bunga Lily. Diikuti oleh senyumnya yang ceria. Dengan satu caption di bawah fotonya.
108.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Dia melubangi lemari itu seukuran dengan matanya dan menatap keluar. Seseorang masuk ke dalam sana, dia terlihat duduk cemas, Roy. Dia lalu berdiri dan mondar-mandir, seoalah dia punya beban pikiran yang sangat berat. Tetapi saat itu dia mengeluarkan kaki kemejanya yang cukup panjang, dia berniat menutupi sesuatu di sana. Sesuatu yang menonjol di antara kedua pahanya.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

“Ini. Tapi muka cewenya gak kelihatan. Hanya tampak samping saja. Itupun ditutupi oleh orang-orang yang lewat.” Bulan memperhatikan foto itu secara seksama. Dia tak bisa menerka-nerka siapa perempuan itu. Fotonya memang tak menampakkan wajah. Tapi setelah diperbesar tampilannya, Bulan melihat ada tato kupu-kupu di bagian tengkuk wanita itu.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Jleeg. "Ooh!" Palupi terbelalak, matanya melebar, mulutnya melongo. Mata itu tak bisa berkedip lagi Sepertinya, karena kali ini yang dipandang bukan wajah berkumis dan berbadan kurus, melainkan wajah tampan punya senyum menawan.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

fefek rimbun nan sempit terpampang jelas di depan hidungnya. “Kamu berbalik donk, Mbak kepingin lumat dedek kamu juga, biar adil tooohhh,”kata Mbak Leni makin genit dan tanpa malu-malu lagi. Romeo pun tak ragu putar tubunya dan kini selangkangan Mbak Leni persis di depan hidungnya dan pelatuknya persis di depan wajah Mbak Leni. “Woww…gede banget mas…!” seru Mbak Leni takjub melihat bentuk dan ukuran pelatuk Romeo yang kekar dan berurat gede ini....!!!
9.52.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83.8K kali sebagai pelupuk
Tampilkan Ulasan (76)
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

lanjutnya. Ia mengangkat obor lebih dekat, memperlihatkan lapisan-lapisan halus yang tersusun rapi, seolah dipintal dengan kehendak yang masih sadar. “Ini… pupa.” Kata itu jatuh seperti palu. "Apa itu pupa?" “Kepompong,” bisiknya lagi. “Tempat sesuatu bersembunyi agar tetap hidup.” “Ke—kepompong…?” seseorang berbisik, nyaris tak percaya.
9.6401.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai pelupuk
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

POV Hasan "Bagaimana? Bagaimana kau akan mempertanggung jawabkan semua ini?" Apakah aku bermimpi? Tetapi semua ini nyata, gadis di hadapanku ini Aina. Seoalah ini hanya terjadi pada hayalan semata, kusussuri kembali wajah ini, bahkan jemariku tampak bergetar. Wajah ini tidak jauh lebih kecil dari telapak tanganku. Alis ini, terlihat lebat namun kecil, melengkung dan memanjang, bagaikan di lekis dengan sempurna. Mata yang kini menatapku tanpa berkedip ini, warnanya coklat terang, sebuah lensa mata yang jarang dimiliki oleh penduduk negeri ini, tatapannya hangat dan menghanyutkan.
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pelupuk
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

SPLASH! Sebuah gumpalan lendir jatuh dari atas dan menghantam lantai dua langkah di depan O. Gumpalan lendir bergerak, bentuk awalnya yang seperti telur mata sapi di atas teflon kini berbentuk persis seperti upil beringus yang kemudian dibulatkan dengan ujung jemari. Hanya saja, upil yang satu ini berukuran sangat besar dan bisa bergerak lincah seperti hewan pemangsa!
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Keringat dingin membasahi pelipis. ​"Aurora!" Lucien berlutut di sampingnya, sangat cemas. "Luka perutmu... kamu berdarah lagi." Nayaka menggeleng, ia membuka sedikit kancing bajunya. Di bawah kulit perutnya yang robek, nampak sebuah benda logam kecil berbentuk kapsul yang tertanam di antara jaringan otot. Benda itu bukan lagi benjolan biasa, melainkan mulai memancarkan cahaya merah kecil yang berkedip cepat.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status