Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selubung Memori

Selubung Memori

Tidak terlalu sakit, tetapi tubuhku terkunci. Mataku berusaha tetap menoleh ke atas. Topengnya punya wujud karakter yang lucu. Bibirnya mengerucut agak ke samping, matanya punya pupil dan retina hitam besar seolah sedang melotot. Saat kupikir itu hanya bola mata tanpa lubang, baru kusadari ketika posisi kami sangat dekat seperti ini: topeng itu punya lubang mata di retina besar. Dan terlihat langsung di mataku: bola mata darah murni yang merah membara.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Legenda Immortal Ling

Legenda Immortal Ling

ucap Ling Suang kembali berdiri "Ling Suang, mau kemana kamu?" "Membuat pil pelupa!" "Apa… bodoh, jangan lakukan itu!" "Tenang saja, aku hanya melupakan dirinya… bukan semua orang!" "Terserahmu saja!" Dua sosok turun dari atas atap bangunan, mereka berjalan menuju salah satu tempat untuk membuat pil pelupa. Pil pelupa adalah salah satu pil terlarang, tingkat kesulitan berada di atas semua pil yang pernah ada. Tidak berselang lama, dua sosok sudah berada di tempat sepi, Mo Heng melihat temannya membuat pil pelupa.
10114.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai pelupuk
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Dz
Immortal Ling sampai disini dulu, author masih menyiapkan cerita untuk di benua langit biru dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1-3 bulan. sambil menunggu nantinya author akan terbitkan buku baru yang berjudul Assassin, jangan khawatir? benua langit biru pasti akan terbit setelah semuanya sudah siap
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Kelopak mata Moreau mengerjap berulang kali sekadar mengembalikan sesuatu yang terasa begitu hilang. Sulur – sulur siraman lampu ruangan seperti berusaha menerobos masuk agar sepenuhnya meningkatkan pengelihatan di langit – langit yang tampak begitu kosong Dia ada di mana?
1031.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Allody menilai penampilan Lucas. Orlena menganggukkan kepalanya. “Benar, dia sama sekali tidak mirip seorang psikiater. Dia tidak pakai kacamata dan bahkan tidak culun sama sekali.” Lucas tertawa mendengar penilaian dua wanita di hadapannya. “Sepertinya penilaian kalian terlalu kuno. Sekarang tidak semua psikiater memiliki penampilan culun dengan kacamatanya. Aku sebenarnya juga menggunakan kacamata. Tapi aku menggunakannya saat sedang bekerja. Aku akan melepaskannya saat berada di luar.”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

MENCINTAI KUPU-KUPU MALAM

Keduanya berdiri berdampingan, menimbulkan siluet sepasang manusia di bawah sinar rembulan yang indah. Bintang melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya dengan seksama. Arloji itu memendarkan warna hijau karena mengandung zat fosfor. Ternyata sudah jam sebelas lebih. Malam semakin matang dan tidak ada seorang pun di laut ini. Hanya desau angin yang terasa dingin dan membuat daun kelapa di dataran berpasirnya berayun-ayun dalam kegelapan. Seperti tangan se tan yang panjang dan melambai pada dua insan itu.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Kenikmatan dalam Luka

Kenikmatan dalam Luka

ucap Lirien dengan kening berkerut. "Ya, tapi dia jelas sedang tidak baik-baik saja." Sebastian mengangguk pelan. "Terlihat sangat jelas dari lingkaran hitam di bawah matanya." Giliran Elian yang mengangguk. "Tapi omong-omong, apa yang kira-kira bisa aku bantu?" ***
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

⸻ Namun, belum sempat Raka menenangkan Nayla, seseorang mengetuk pintu utama Rumah Luka. Seorang wanita muda, dengan tubuh kurus dan tatapan kosong. Wajahnya lusuh, dan tangan kirinya penuh bekas luka bakar. Ia memeluk boneka lusuh di dadanya, meski ia jelas bukan anak-anak lagi. “Saya cari Bu Nayla,” ucapnya. “Saya Nayla,” jawab Nayla pelan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Namun, tulisan itu tetap di sana, tajam dan nyata. "Apa-apaan ini?" Aku mencoba melepas kacamata itu lagi, tapi tanganku hanya menyentuh kulit wajahku sendiri. Kacamata itu telah menyatu, menjadi tak terlihat namun fungsinya tetap aktif di dalam kesadaranku. [PEMBERITAHUAN: TARGET TERDETEKSI DI RADIUS 50 METER] Sebuah peta digital muncul di pojok kanan bawah pandanganku. Titik merah berkedip-kedip, bergerak perlahan. Di samping titik itu, ada foto profil Nadia dengan keterangan tambahan:
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Lapisan es hitam tipis yang tajam mirip pecahan beling toko mulai menutupi permukaan lumpur becek, merapat kurang dari lima senti dari ujung hidung respirator penyokku. "Vane... ada jip satu lagi dateng dari arah bukit... lampunya terang banget," rintih Haneul patah-patah, suaranya tercekat daki abu semen yang menumpuk di tenggorokan. Wusss...
624 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status