Ujung Senja
“Saya harap juga begitu, Bu. Bibir Ibu memang menebar senyum hari ini, tetapi duka di mata Ibu, tidak bisa Ibu simpan terlalu lama. Dia bisa membusuk, Bu.”
Aku menatap Dayu dengan mulut menganga. Anak muda ini luar biasa. Dia bisa membaca ‘isi dalam' hatiku, hanya sekali berjumpa saja. Eh, tunggu, apakah memang baru kali ini kami berjumpa? Rasanya aku pernah melihat wajah oval dengan sorot mata lembut itu, tetapi entah di mana.
Bab Populer