Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelukan Terlarang

Pelukan Terlarang

Aku tak suka terlambat, ucap Arga sambil menutup laptopnya dengan bunyi *klik* yang terdengar tegas. Hana buru-buru meraih kemeja yang sempat ia lipat di kursi. Ia mengenakannya dengan tergesa, mencoba menyembunyikan wajah pucatnya di balik riasan tipis. Pandangannya tak sengaja bertemu dengan bayangannya di cermin. Ia hampir tak mengenali dirinya sendiri. Lingkaran hitam menghiasi bawah matanya, dan sorot mata yang dulu penuh percaya diri kini meredup, digantikan oleh kecemasan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as pelupuk
Read
+Library
Gairah Terlarang Sepupuku

Gairah Terlarang Sepupuku

Bulir-bulir bening yang menggenang di pelupuk matanya akhirnya luruh juga menuruni kedua sisi pipinya. "M-mas J-j-jagad ...," akunya kemudian. ***
1071.0K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as pelupuk
Show Reviews (10)
Read
+Library
EYN
Tiap hari ga sabar tunggu bab barunya. Penasaran terus. Sebel sama Jagad kok ndak sat set. Jengkel sama Leo, kaya ga punya dosa aja! Kasihan sama Sky juga sebenarnya, tapi gimana lagi? Ini resikomu, Sky. Trus Emak si Jagad sama Sky, arrgh... pengen aku buang ke laut. Ayo crazy up, Kak. Semangt.
Jeo Anne
biasanya cerita di novel lain tuh musuhn dulu baru syang2an inimah kebalik...bagus Thor aku sampe baper nih, pdhl tadinya ga mau sampe terlalu baperlah cukup ceritanya Ananta n andara kmrn2 sampe kebawa mimpi...haha. KLO udh gni aku berharap Leo jd suami baik2 nerima sky apa adanya
Read All Reviews
Luka dan Rahasia

Luka dan Rahasia

Aroma woody yang fresh menambah kesan manly dan mewah seorang Reyhan. Alexa menepuk pelan dasi dan kerah bosnya setelah dirasanya penampilan Han sudah lebih rapi. Detik berikutnya tatapan mereka beradu. Han menatap lurus pada Alexa, dari jarak sedekat ini dirinya baru menyadari bahwa Alexa memiliki mata yang sangat indah. Memiliki kelopak mata yang besar dengan bola mata yang kecokelatan. Sorot mata yang teduh dan menenangkan. Namun itu tidak berlangsung lama karena Alexa segera menegakkan badannya dan kembali duduk di kursinya tadi. Alexa berdeham. “Lo acak-acakan banget tau ga?” Ucapnya sambil mendelik. Alexa tiba-tiba menggunakan mode informalnya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as pelupuk
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

ucap Raka dengan suara dibuat-buat layaknya anak kecil. “Ayo!” Mendengar hal itu, Leo langsung saja mengeratkan pelukannya di pingggang Raka sambil menyeringai kesenangan. Di salah satu sudut ruangan, seorang gadis muda nampak fokus pada kertas yang baru saja ia penuhi dengan coretan indah. Alisnya saling bertautan dengan mimik yang nampak serius. Netranya pun menajam memperhatikan setiap detail pada gambarnya itu. Sebuah gambar wajah yang tercipta dari coretan bolpoin.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as pelupuk
Read
+Library
The Anaxtra : Petualangan di Pulau yang Hilang

The Anaxtra : Petualangan di Pulau yang Hilang

kata Peter terkagum-kagum. "Kamu benar Peter, setidaknya ada 3 gundukan yang berbentuk lingkaran yang terdapat stupa-stupa berukuran lebih kecil dari stupa diatasnya. Mungkin inilah bagian yang disebut Arupadhatu". "Coba kau geser lebih ke bawah lagi Lilia" kata Peter penasaran. Lilia mengusap layar monitornya keatas untuk melihat gambar lebih ke bawah lagi.
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as pelupuk
Read
+Library
Buruk Rupa

Buruk Rupa

panggil Argan bertubi-tubi. "Ha? I--iyah? Apa tadi?" tanya Allen sedikit terkejut saat Argan mengguncang pelan bahu Allen. "Ha? Lo kenapa Len? Apa lo sakit?" tanya Argan sok polos. "Eh? Nggak kok! Aku nggak sakit." ucap Allen mencoba menetralkan degup jantungnya. "Ohh. Len, manatau kita satu kelas, lu mau duduk sebangku sama gua?" tanya Argan mendadak.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pelupuk
Read
+Library
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

lanjutnya pelan Sebelumnya di Apartemen Aksa terbangun saat bebrapa jam sudah terbaring di sofa, kemudian melihat jam pada dinding yang tertempel di dinding yang menunjukan jam setengah delapan malam. Kruk krukk Aksa melihat perutnya yang berbunyi “Astaga” Gumamnya saat merasakn perutnya meminta untuk di isi, dengan berat ia beranjak tempat duduknya berjalan menuju dapur, Aksa membuka isi kulkas namun nihil tidak ada makanan hanya ada Minuman kaleng saja dan beberpa buah-buahan Aksa mengambil satu buah apel untuk mengganjal perutnya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as pelupuk
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Saya harap juga begitu, Bu. Bibir Ibu memang menebar senyum hari ini, tetapi duka di mata Ibu, tidak bisa Ibu simpan terlalu lama. Dia bisa membusuk, Bu.” Aku menatap Dayu dengan mulut menganga. Anak muda ini luar biasa. Dia bisa membaca ‘isi dalam' hatiku, hanya sekali berjumpa saja. Eh, tunggu, apakah memang baru kali ini kami berjumpa? Rasanya aku pernah melihat wajah oval dengan sorot mata lembut itu, tetapi entah di mana.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as pelupuk
Read
+Library
Pelampiasan

Pelampiasan

Kelopak mata Linda terpejam, dia tidak menyadari jika saat ini Nelvan telah mulai bersiap melakukan hal yang lebih dalam lagi. Sesuatu yang telah siap di bawah sana di buka oleh Nelvan, bibir Linda terbuka dengan perasaan campur aduk begitu benda tumpul itu telah berusaha untuk di dorong masuk, masih saja terlalu besar untuk milik Linda yang sempit.
9.7303.4K viewsCompletedAdded to Library 9.1K Times as pelupuk
Read
+Library
Setelah Semua Luka Pulang

Setelah Semua Luka Pulang

tanya Laila melihat lukaku. “Kamu lupa yang aku bolos dan telepon kamu?” “Oh iya, kamu bukan wanita tulen ya,” tuturnya membuatku ingin memukulnya, untung tanganku sedang diobati. Coba sedang lepas udah jadi bola basket kepalanya. HP-ku bergetar membuatku mengambilnya dari saku. “Kenapa, Kak?” “Iya, Assalamualaikum. Ada apa, Kak? Tumben.”
194 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as pelupuk
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status