Neraka untuk Maduku
ucapku, mata ini memanas menahan sesaknya di dalam dada.
"Tak selalu, semua diselesaikan dengan sebuah perceraian. Selama masih bisa diperbaiki dan dipertahankan kita tempuh jalan itu dulu."
Aku hanya mampu terdiam, mendengar kalimat demi kalimat keluar dari Bunda. Menyejukkan dan menguatkan. Doa dan harapanku, semoga lelakiku itu, segera sadar, dan kembali menjadi seorang suami yang bisa aku banggakan, yang bisa menjaga syahwatnya, dan juga menjaga hatinya.
Hot Chapters