Suami Perkasa
Begitu melangkah masuk, aroma khas langsung menyergap: minyak nyong nyong , kue kaleng koh guan mahal, dan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan—bau masa lalu yang terlalu lama disimpan.
Edgar berjalan agak kaku. Bukan karena sopan. Lebih karena wajahnya yang terlalu mencolok untuk ukuran manusia biasa. Rambut rapi, rahang tegas, tinggi semampai, senyum tipe aktor Korea yang sering jadi idol.. Beberapa pelayan yang sedang duduk di teras rumah sampai melongok dua kali, memastikan itu manusia sungguhan, bukan patung boyband yang tersesat.
“Mariana!”
Sikat na Kabanata