Obsesi Cinta Sang Mafia
Foto Amara masih terpampang di layar ponselnya.
Tangannya menyentuh layar itu, jemarinya mengikuti garis wajah Amara di sana.
“Besok semua akan dimulai... Setelah aku tahu segalanya tentangmu, Amara. Kekasihmu, keluargamu, rutinitasmu. Aku akan buat semuanya hancur, agar kau tak punya pilihan selain datang padaku.”
Alex tertawa pelan. Tertawa yang tidak biasa. Bukan lagi senyum hangat sang mafia yang tampan, tapi tawa seseorang yang terobsesi. Gila. Tak terkendali.