Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEWARIS BAYANGAN TERAKHIR

PEWARIS BAYANGAN TERAKHIR

Sementara itu, pelatihan yang dilakukan Lindu Aji sudah hampir mencapai akhir. Dan kali ini Lindu Aji harus benar-benar fokus jika tidak ingin berakhir dengan kegagalan. "Untuk tahap yang yang terakhir ini paling sulit dari semua tahapan Anakku. Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan tahapan terakhir ini, maka semua pelatihan yang kamu jalani setahun ini akan sia-sia. Pelatihan yang terakhir ini adalah pengikat semua ilmu yang telah kau pelajari. Apa kamu sudah siap, Nak?"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Pengabdian Terakhir Seorang Istri

Pengabdian Terakhir Seorang Istri

“Sayang, maafkan aku!” Pengabdian Terakhir Seorang Istri
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Petarung Terakhir Dewa Iblis

Petarung Terakhir Dewa Iblis

ucapnya sambil keluar dari mobil. Dia melakukan peregangan dan bersiap untuk menuju gunung tersebut namun sebelum jauh dia di panggil kembali oleh Eve “apakah kamu akan naik ke atas sana?” ucap Eve sambil menunjuk tumpukan tangga yang panjang menuju ujung puncak gunung tersebut.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

"Pak! Udah lah, saya mau masuk, sekarang bukain. Jam pertama saya ada ulangan PKN, Pak! Ga kasian sama saya? Nanti saya harus..." Adu argumen itu terus terjadi. Lelaki itu tak mau kalah begitu juga dengan satpam. "Mau ulangan PKN, mau ulangan hidup, intinya Mas itu udah telat! Cinta negara kok telat sekolah!" Setelah menelan pahit pil kekalahan, akhirnya si cowok itu memarkirkan motornya asal di depan sekolah. Kemudian berjalan mengendap ke arah samping sekolah. Tempatnya memang seperti kebun tak terawat, dan berbatasan juga dengan sekolah negeri di samping. Setelah melihat sekeliling, orang itu berusaha memanjat pagar yang sebenarnya sangat tinggi. Kalau bukan atlet mungkin tak akan bisa me
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Erick menunjuk sebuah pondok peristirahatan yang sepertinya memang disediakan untuk beristirahat para pendaki. Nana mengangguk dan segera menuju pondok yang tepat di depan mereka. Keduanya duduk berdampingan sembari meminum air mineral dan menikmati pemandangan yang sudah mulai menampakkan pesonanya. "Aku sudah lama tidak mendaki. Terakhir kali mendaki gunung Lawu, melalui jalur Ngawi. Itu sudah lima atau enam tahun lalu." Nana terkekeh pelan.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Keesokan malam harinya. "Malam ini adalah malam terakhir bagiku untuk untuk bisa masuk ke dalam Sungai terlarang ini, hanya tinggal area Sungai ini saja yang belum aku susuri." gumam Guang Xian Xie yang sepertinya sudah yakin area yang belum pernah ia susur ini merupakan area yang tepat. Dan … Byuur! "Dapat!!!" Tak berapa lama terdengar teriakan dari mulut Guang Xian Xie. "Setelah dua malam kemarin aku berusaha mencari, Akhirnya aku mendapatkan rumput liar ini!!!"
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

“is-“ “Sudah sampai. Buruan turun.” Fatih memarkirkan mobil di bagian luar TPU. Ia mengajak Alina menuju makam yang tidak terlalu jauh dari tempatnya memarkirkan mobil. Sebuah makam yang sudah sering Fatih datangi tampak dari kejauhan. “Kamu jarang datang ke sini?” Fatih bertanya setelah sampai. “Iya. Terakhir lebaran tahun lalu. Aku nggak sanggup membayangkan sendirian di sini. Lagipula, aku percaya kalau Mas pasti merawatnya.
10101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

tanya seorang pendaki. "Bill, bagi pendaki bukan waktu yang penting. Tapi proses ketika kita berjalan dan mendaki jalur yang berbahaya. Bukankah itu akan memicu adrenalin kita dan menimbulkan rasa bahagia?" "Ya, Simon betul," sahut sebagian pendaki. "Simon, kau memang pantas menjadi ketua kelompok kami. Aku tadi bertanya hanya untuk mengkonfirmasi, apakah mungkin kita bisa menikmati matahari terbenam di puncak gunung," Ujar Bill.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Lama berselancar, setelah ketemu langsung ditunjukkan pada beberapa pria di sekitar. “Ini namanya manometer, di sebelahnya ada speedometer.” Ucapan Deryn yang rumit dan sulit dimengerti membuat mereka semua melongo. Bahkan ada yang mengorek telinga, berharap suaminya mengulang. “Mano—mano apa?” tanya Sia, kemudian menatap Nino. Sedang Nino hanya mengedikan bahu. “Saya baru lulus, Pak. Hanya mengerti logaritma dan gramar.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

“Baiklah.” Setelah sarapan selesai mereka segera berkemas dan memulai pendakian kembali. Tak butuh waktu lama mereka sudah berada di pos tiga, banyak tenda pendaki yang berjajar di area ini. Pos tiga adalah tempat sumber air terakhir berada. Jadi banyak dari pendaki akan mengisi persediaan air di sumber mata air tak jauh dari sini sebelum melanjutkan pendakian. “Aku akan mengisi botol air kembali, tunggulah sebentar setelah itu kita lanjutkan perjalanan.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai pendakian terakhir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status