Gairah Cinta Kakakku
Aku ingin membuktikan kepada Papi bahwa aku bisa mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas pilihanku.
"Kak... aku kok deg-degan, ya? Aku takut, Kak," bisik Silvi, suaranya terdengar bergetar. Dia mengeratkan gandengannya pada lenganku, saat kami baru saja turun dari mobil. Sorot matanya menatap ke arah rumah dengan tatapan cemas.
Rumah ini, adalah istana keduaku setelah Mami menikah lagi. Mewah dan nyaman, penuh dengan kenangan indah. Semua sumber kebahagiaan seolah ada di sini.