RAHASIA IBU
“Jika waktu bisa diputar, saya takkan mau menjadi suami pengganti ataupun masuk dalam keluarga bapak. Uang yang bapak berikan tak sebanding dengan kerugian yang saya terima. Saya kehilangan istri, masa kecil anak saya dan masa tua yang indah.”
Ayah menyeka air mata, kemudian menatap Nyonya Jovita yang berdiri terpaku. “Saya ikhlas. Saya tak ingin apa yang telah saya berikan untuk kalian dianggap sebagai jual beli. Kebodohan saya terjebak dalam permainan kalian, dicampakkan setelah tak berguna, dan sekarang saya telah kehilangan.”
Kugenggam tangan Ayah, memberinya kekuatan. Ayah merengkuh tubuhku hingga aku bisa merasakan getaran di dadanya. Rasa sesak itu menular hingga aku bisa merasakan sa