Seumur Hidup Terlalu Lama
Surat kedua ia tujukan untuk Arumi, sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan moril dan materiil yang selama ini ia terima.
Surat ketiga… untuk Genta. Kata-kata yang paling sulit ia tulis. Pada akhirnya, ia hanya menorehkan kalimat singkat:
"Terima kasih sudah selalu ada untukku. Semoga saat kita kembali bertemu nanti, kamu sudah tidak membenciku lagi."
Air mata Uma menetes, membasahi kertas putih. Ia buru-buru menutup tulisan itu dengan amplop, menuliskan nama masing-masing penerima, lalu menatanya rapi di atas meja.