Rumah Tengah Hutan
Semua santri lirik-lirikan, ingin mengatakan kepada gus Malik bahwa salah satu di antara mereka pergi mondok dengan tujuan mencari jodoh.
“Baiklah. Kita yang belum benar niatnya, segera benarkan. Yang sudah benar, pertahankan. Yang sudah bertahan, istiqomahkan.” Lanjutnya kembali.
“Terkadang rasa jenuh itu datang, wajar, karena kita adalah manusia. Tapi, jangan berlama-lama dengan jenuh dan malas itu. Ketika malas, ingatlah orang tua di rumah, yang mencarikan biaya kita untuk hidup di pesantren ini. Ingatlah ibu kita yang bangun pagi, lalu memasak, lalu pergi ke sawah dengan bapak kita. Apakah kita tidak kasihan dengan mereka yang kerja mati-matian untuk menghidupi kita, sedangkan kita di si
ตอนยอดนิยม