ANYELIR KUNING
“Bung, sadarlah. Kami keluarganya! Sangat paham yang terbaik untuk adik kami. Kamu orang asing dan aku tidak tahu apa tujuanmu datang kemari.”
“Aku rasa kurang pantas mengatakan hal ini, di saat mata sangat jelas melihat Aling terbaring lemah. Namun karena Mas mempertanyakan keberadaanku, maka perlu Mas tahu, berdiriku di sini semata karena niat baik yang telah jauh hari aku dan Aling rencanakan.” Keren sekali mas Sayhan, berbicara pada kak Syahrin tanpa menyebut dirinya ‘saya’, melainkan dengan kata ‘ku’, kemana sayap kesopanannya mengudara? Andai kami telah halal, pasti telah kuberi trofi kecupan diseluruh wajahnya.