SPERANZA
kata Yasa dan berjalan meninggalkan Speranza.
Speranza terdiam, dia berlari menghampiri Yasa dan berusaha untuk membujuknya. "Yasa, aku minta maaf, aku hanya bercanda tolong jangan marah," ujar Speranza tulus.
Yasa sama sekali tidak memperdulikan Speranza. Dia terus berjalan tanpa menoleh kearah Speranza. "Baiklah, kau ingin bermain apa? Aku akan mengikuti mu tanpa membantah. Aku janji, tapi kau jangan marah lagi kepadaku," bujuk Speranza membuat Yasa tersenyum.
Hot Chapters