Karma(penyesalan)
Tiba tiba tangan Herman mengusap lembut rambut Amira.
"Aku mohon maafkan semua kesalahanku, izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku. Jangan pernah tinggalkan aku lagi. Aku tak tahu, apa kita akan bisa bertemu lagi setelah ini atau tidak." Airmata Herman menetes perlahan, membasahi tangan Amira. Amira yang melihat cairan bening itu, kemudian perlahan menatap kearah wajah Herman. Terlihat Herman yang memejamkan matanya, menikmati pelukan dengan Amira.
Entah mengapa, Amira kini membalas pelukan Herman. Seolah luluh dengan airmata Herman, namun pelukan Herman kali ini, terasa sangat tulus. Ia benar benar menyesali segala perbuatannya dulu.
Bab Populer