Kelakuan Papa Mertua
“Riana itu kan perempuan Jawa, lahir dan besar di kampung. Pastilah karakternya begitu.”
“Ah, siapa bilang. Pegawai kita juga banyak yang dari kampung, perempuan Jawa juga, tapi mereka lincah. Dasar Riana aja tuh, lembek!”
Vivi kembali memalingkan wajah. Pemandangan di luar yang biasanya dia nikmati sepanjang jalan, kini terasa menjadi menyebalkan.
“Tapi aku kasihan sama Riana kalau Mama benar-benar memaksa dia,” Vivi menceplos lagi.