Mercusuar
Mataku pun membenarkan lagi intisari tadi, saat sebuah senyuman yang begitu merekah, perlahan-lahan hadir di wajahnya, bersama satu aura yang, membuat hati kecilku tersentuh.
Mataku kemudian mencermati lingkungan baru yang hadir di sisi kiri dan kanan perjalananku lagi. Hingga kemudian, ibu Guru di depanku itu meraih gagang pintu yang tertutup, lalu menariknya sampai terbuka lebar.
Seisi kelas pun langsung diam membisu.
“Anak-anak. Perkenalkan. Ini ada satu siswa baru yang nantinya akan menjadi teman kalian. Kalian, jadilah teman yang baik untuknya. Jangan berbuat ulah!”
Bab Populer