My Game Boyfriend
Ia bahkan bersenandung pelan sambil terus memasukkan barang-barang ke dalam koper, tak lupa sesekali melirik ke arah Melati dengan senyum hangat yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Kau tahu," ucapnya tiba-tiba di sela-sela kegiatan berkemas, seolah teringat sesuatu yang penting, "Mungkin ada baiknya kita juga membawa perlengkapan untuk mendaki gunung. Sepatu yang kokoh, jaket tebal, barang-barang semacam itu." Ia berhenti bergerak sejenak, menatap Melati dengan rasa ingin tahu, sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya. Namun tak lama kemudian ia kembali bertanya dengan nada hati-hati dan lembut, "Apakah kau punya pengalaman mendaki sebelumnya? Aku takut membebanimu dengan terlalu banyak a