LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK
“Katakan kalau kamu tidak menyukaiku, Vi!“ ucap Dokter Darel lembut.
Mataku memanas, bulir bening jatuh tiba-tiba. Bibirku kelu, aku hanya bisa menunduk dan melihat tanganku yang masih berada dalam genggaman tangan Dokter Darel.
Dokter Darel melepas genggaman tangannya, lalu menghapus air mata yang jatuh di pipi.
“Alasanku ingin menikahimu bukan hanya karena ingin menyelamatkan keluargamu. Namun, aku menyayangimu, Vi ... sungguh. Sejak melihatmu pingsan di rumah sakit, mengeluarkan pecahan piring dari kakimu lalu menjahitnya, ada rasa sakit yang mencubit ulu hatiku. Rasa yang tidak pernah aku rasakan pada pasienku yang lain. Setiap menit, aku ingin melihat keadaanmu, melarang siapa pun masuk
Bab Populer