HATI ADINDA
“Itu dari Ervan! Saya terpaksa bilang sama dia kemarin, dia gangguin saya terus.”
Dinda mengambil kotak itu ia bergidik ngeri saat ini, segera ia baca kemasan diatasnya. Dinda terbelalak.”Ini secantik ini kotaknya saya fikir permen....oh Tuhan.” Dinda menutup mulutnya, baru ia tahun ini adalah alat pengaman pria, segera ia lempar itu. “Aduh, saya kan PMS, gimana sih!”
“Saya tidak lihat pembalut, tidak lihat apapun ditoilet yang menjelaskan kamu PMS, lagian saya kan tidak pernah memaksa, kamu bisa atau tidak.”
Hot Chapters