PAMER SUAMI
cerocos laki-laki yang sudah melewati umur Rosulullah itu.
Aku menutup mulut, tertawa tanpa suara karena khawatir menganggu mereka yang sudah tidur.
"Ternyata Oppung ini gaul juga, ya. Bukan ha-hanimumun, Pung, tapi hanimun ," kekehku.
"Alah, sama sajalah itu. Cepat lah pesankan dua kamar. Satu untuk kau dan Caca, satunya lagi buat Oppung. Gak tahan Oppung kalau tidak tidur di dekat Oppung Menek kau itu."