Suami Bersama
Aku mundur beberapa langkah dan berdiri tidak jauh dari tempat Mas Yusuf dan Naura duduk mengikat janji suci pernikahan mereka.
"Saya terima nikah dan kawinnya Naura Amanda binti almahum Suroso dengan mas kawin tersebut, tunai!"
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Sah!"
"Sah!"
Aku berusaha tegar dan tidak mempedulikan omongan para tamu undangan yang membicarakanku. Kutahan sekuat tenaga air mata yang menggenang di pelupuk mataku agar tidak jatuh. Namun, pada akhirnya, buliran bening itu tidak tertahan dan meluncur deras tanpa aku minta, saat ijab kabul itu selesai dilantunkan.