Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu
Setelah ini akan diadakan prosesi pedang pora, barulah setelah itu dilanjutkan dengan prosesi penerimaan tamu.
Sepanjang acara, Bening benar-benar gugup. Ia sebelumnya sudah latihan, tetapi tetap saja di saat berada pada situasi nyata, meskipun sudah persiapan matang tetap saja terasa grogi. Hingga detik ini, bahkan setelah mereka sudah sah sebagai suami dan istri, Bening masih tidak menyangka kalau dirinya bisa berdiri menjadi pendamping seorang perwira. Ekspektasinya selama ini adalah sangkur pora, tetapi dapatnya malah pedang pora. Sungguh takdir Tuhan tidak bisa ditebak sama sekali.