Bukan Pernikahan impian
“Insyaa Allah. Aamiin.”
Hatiku bergetar. Rasanya seperti ada beban yang lepas perlahan dari dalam dada. Seperti ada utang batin yang akhirnya terbayar. Rumah peninggalan Nenek memang penuh kenangan, tapi melihat hasilnya kini menjelma menjadi rumah Allah yang bermanfaat untuk banyak orang, sungguh, aku tahu, ini pilihan terbaik. Aku menatap langit senja yang mulai merekah keemasan, lalu berbisik dalam hati, Nek, lihat, kan? Doa dan cinta kita nggak pernah sia-sia.
“Oh iya,” ujarnya santai sambil melirikku. “Hari ini sekalian kita juga mau ngadain pengajian. Kolaborasi sama TPA kamu juga, loh. Nanti ada acara santunan anak yatim juga.”
Hot Chapters