Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Juga masih terawat. Memasuki Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ponsel Mas Adry yang tergeletak tepat d samping tuas transmisi berdering. Lelaki berambut cepak yang masih fokus menyetir itu tak menjawab panggilan. Ia membiarkan saja sampai bunyi nada deringnya berhenti. Aku sempat melirik nama dari si penelepon. "My honey?" "Audi." Mas Adry mengatakan tanpa ragu-ragu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
MARTA, cinta kedua

MARTA, cinta kedua

Till q Laki-laki berumur dua puluh delapan tahun itu meraih kotak makanku. "Gambar apa ini?" Dahinya menyerngit. Dia menunjuk gambar pinguin, tokoh kartun lucu kesayanganku. "Itu pinguin, Pak." "Tahu …, namanya?" "Pororo …," "Pernah lihat pinguin asli?" Dia membuka kotak makanku, dan mulai menyendoknya. Sementara aku harus cukup puas menelan ludah.
9.823.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Karena hanya beliaulah yang bisa aku andalkan selama ini. Ting Satu email lagi masuk. Buru-buru aku membukanya, untuk menjawab rasa penasaran itu. Dan tubuhku langsung lemas, begitu tahu nama seorang wanita yang sedang menemani Mas Andra. "Seroja," gumamku, pelupuk ini langsung memanas. "Siapa perempuan itu?"
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
Gadis Binalku!

Gadis Binalku!

“Daffin, gue cuma mau Pororo. Ayo coba lagi jangan nyerah, effort dikit kenapa. Cowok bukan?” Pemuda itu membuang napasnya keras sebelum menggulung lengan hoodie-nya dan kembali menggerakan tuas mesin capit dengan serius. Dalam percobaan ketiga, akhirnya Pororo berhasil masuk ke dalam kotak dan jatuh ke bawah. Serena langsung mengambilnya dengan excited. “Aw, so cute! Thank you, Darling!” “Udah kan?” Serena mengangguk. “Sekarang kita ke photobox!”
1018.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
553 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
Perjalanan Petualang Terkuat

Perjalanan Petualang Terkuat

Portal yang sebelumnya mengeluarkan monster Pororo sudah hilang sehingga tubuh monster itu membentur dinding gedung dan menghancurkan dinding tersebut. Para Pororo kaget dan mereka marah, menyerang para manusia dengan melompat dan menyemburkan cairan hijau beracun. ”BUNUH! Makan!” [ROK ROKOK, ROK ROKOK!” Wira tersenyum, bersiap dan menyerang dengan kecepatan tinggi. Saatnya Pesta Expe!
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
Dijatah Tiga Minggu Sekali

Dijatah Tiga Minggu Sekali

Ini saatnya Sekar, ayo, balas tipis-tipis si Pororo itu! "Halo, selamat pagi." "Heh, siapa ini? Berani sekali angkat telepon papi saya? Mana papi saya?" "Saya Anggi, calon istri papi kamu. Biasakan sopan dan ramah saat bicara ya, Pororo. Eh, Roro. Maaf." "Heh, pelakor, mana papi? Saya mau bicara!" Suara Roro semakin meninggi. "Pelakor teriak pelakor nih? Kamu pelakor juga'kan?"
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

"Engggg, aaakkkhhhh!!!" ***
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

ucap Arimbi menyodorkan dua permen lolipop pada Carmen yang menatapnya tak senang. "Rei sama Joe udah aku kasih, ini permen yang dibelikan mama semalem, enak rasanya manis-manis asem, Carmen suka strobery 'kan? aku juga suka." ucap gadis kecil yang berceloteh dengan senyum diwajah. "Tidak mau!" ucap carmen menampik tangan Arimbi. "Yah, jatuh" ucap bocah yang lalu duduk dan mengambil permen diatas beton.
9.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai petty pororo
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status