(Not) A Queen
Kini, dia mencari pecahan yang cocok untuk dijadikan senjata.
Di dekat kakinya, Alecta menemukan pecahan vas kaca yang besar, dengan ujung yang lancip. “Apakah ini cukup untuk ditusukkan ke kulit?” Mengingat pecahan ini terlihat tidak begitu tajam. Malahan masih tajam pisau buahnya tadi. Alecta jadi berandai-andai jika masih ada waktu, dia ingin mengambil pisau paling tajam yang dipunyai Lusi, atau pisau daging untuk mencincang pria berkumis itu. Tapi kesempatan itu tidak ada. Hanya pecahan kaca besar berujung lancip itu yang sekarang ada dan mungkin bisa digunakan.
Alecta kembali ke dekat pintu, menghirup bau bensin yang cairannya mungkin sudah menguap. Tapi aromanya masih terasa.
Hot Chapters