When We Lost
Dan pikiran itu terus menghantuinya sampai tanpa sadar ia tertidur.
Kala tercenung memandang langit senja yang bernuansa jingga. Sial, kenapa dia nggak bisa menahan diri, sih? Memori tentang ciuman itu juga menghantui pikirannya, Kala masih bisa merasakan kelembutan dan rasa manis lidah Almi di lidahnya. Jantungnya berdebar dan ia merasakan darahnya berdesir kencang. Kepalanya sampai pening memikirkannya. Kala ingin lagi merasakan rasa manis itu. Bukan hanya dari bibir dan lidah Almi, tapi dari seluruh sudut tubuh Almi. Damn! Damn! Kala terus memakin dirinya sendiri. Dia tidak boleh lepas kontrol lagi, because real man think with his brain, not his penis. Real man doesn’t rape!
Bab Populer