CALON MERTUAKU
“Ya, iyalah, kalau istrinya masih hidup, udah disantet kamu sampai mati, tahu. Orang kampung jangan macem-macem kamu, In, mereka mainnya halus. Kalau di sini perempuan kayak kamu palingan dapat cap pelakor. Itu juga masih enak hidupnya jalan-jalan nikmati uang hasil jual diri, uang hasil ngangkang sama laki orang.”
“Kim, kamu itu temen atau bukan, sih?”
“Temen, makanya aku kasih tahu kamu biar nggak mikir yang aneh-aneh. Satu malam sama calon mertua kamu, udah lupain aja, ya. Anggap kalian sama-sama khilaf.”
“Nggak bisa, Kim, hampir tiap hari aku mikirin dia! Kalau bisa aku nggak hampir gila kayak gini, tahu, nggak sih, kamu!”
Bab Populer